BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Serang Fair 2026 Jadi Etalase UMKM, Sekda Deden Ajak Masyarakat Cintai Produk Lokal

Pembukaan Serang Fair 2026, Di Kawasan Satdion Maulana Yusuf, Kota Serang, Jumat (07/08/2026).


Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi menghadiri pembukaan Serang Fair 2026 di Kawasan Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Jumat (7/8/2026) malam. Ajang yang menghadirkan ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tersebut diharapkan menjadi etalase produk unggulan daerah sekaligus mendorong masyarakat untuk semakin mencintai produk lokal.


Serang Fair 2026 digelar pada 7–10 Agustus 2026 di Kawasan Stadion Maulana Yusuf Kota Serang sebagai rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kota Serang. Menghadirkan hiburan melalui penampilan band lokal dan nasional, kegiatan itu menjadi wadah promosi bagi UMKM, industri kecil dan menengah (IKM), serta pelaku ekonomi kreatif untuk memperluas pasar dan meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.


Mewakili Gubernur Banten Andra Soni, Deden menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Serang yang secara konsisten menyelenggarakan Serang Fair setiap tahun. Menurutnya, kegiatan ini telah memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Serang Fair memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat,” ujar Deden.


Deden menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kota Serang pada 2025 mencapai 5,2 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 4,7 persen. Capaian tersebut menunjukkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, termasuk penyelenggaraan Serang Fair, mampu mendorong aktivitas ekonomi di Kota Serang.


Ia mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengapresiasi berbagai inovasi dan terobosan Pemerintah Kota Serang dalam menghadirkan kegiatan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Banten akan terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Serang untuk mempercepat pembangunan,” katanya.


Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya diwujudkan melalui penguatan sektor ekonomi, tetapi juga pembangunan infrastruktur yang mendukung mobilitas masyarakat. Beberapa proyek strategis yang tengah berjalan di antaranya peningkatan ruas jalan, pembangunan akses di kawasan Terondol, hingga pembangunan flyover yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat.


Deden juga mengajak masyarakat untuk terus berinovasi, berkarya, dan mengembangkan usaha. Pemprov Banten bersama Pemkot Serang, lanjutnya, akan terus menghadirkan berbagai kebijakan dan program yang mendukung tumbuhnya UMKM serta ekonomi kreatif.

“Jangan ragu untuk terus berkarya dan mengembangkan usaha,” ujarnya.


Pada kesempatan itu, Deden turut mengajak masyarakat memanfaatkan Serang Fair 2026 sebagai momentum untuk membeli dan menggunakan produk-produk lokal. Menurutnya, keberpihakan terhadap produk UMKM akan memperkuat ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha.


Sementara itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi yang secara resmi membuka Serang Fair 2026 mengatakan, penyelenggaraan kegiatan ini merupakan upaya memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus memeriahkan HUT ke-19 Kota Serang.


“Serang Fair menjadi ruang promosi produk unggulan daerah dan penggerak ekonomi masyarakat,” kata Budi.


Ia mengungkapkan, penyelenggaraan Serang Fair pada 2025 berhasil menarik 383.232 pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp11,3 miliar. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa Serang Fair tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan perputaran ekonomi masyarakat.


Budi mengajak masyarakat untuk memanfaatkan penyelenggaraan Serang Fair 2026 dengan membeli, menggunakan, dan mempromosikan produk-produk lokal. Dukungan terhadap UMKM, IKM, dan pelaku ekonomi kreatif dinilai menjadi kunci dalam memperkuat perekonomian daerah.

Ia berharap Serang Fair 2026 dapat menjadi momentum memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Kota Serang yang maju, berdaya saing, dan sejahtera, sekaligus mendorong UMKM agar terus tumbuh dan berkembang sebagai penopang utama ekonomi daerah. (Red).

Belajar dari Keterbatasan, Andra Soni Permudah Akses Pendidikan Anak-anak di Banten

Gubernur Banten Andra Soni, Memberikan Sambutan Saat Menghadiri Persiapan MPLS Calon Siswa Sekolah Rakyat 07 Dan 08 Di Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu, (08/08/2026).


Gubernur Banten Andra Soni terus mempermudah akses pendidikan bagi seluruh anak-anak di Provinsi Banten secara berkeadilan dan merata. Tekad itu semakin kuat karena Andra Soni pernah mengalami satu fase dalam kehidupannya mengalami kesulitan melanjutkan sekolah karena keterbatasan biaya.


Namun Andra Soni merasa bersyukur ternyata ada orang baik yang menolongnya untuk terus melanjutkan pendidikan sebagaimana anak-anak lain sekolah. Orang baik akhirnya menjadi orang tuja asuh.


Kisah itu diungkapkan Gubernur Banten Andra Soni saat menghadiri Persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bersama anak jalanan, calon siswa Sekolah Rakyat 07 dan 08 di Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu (8/8/2026). Tampak hadir Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo, serta Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid.


Menurut Andra Soni, pendidikan merupakan hak dasar yang harus dipenuhi oleh negara kepada seluruh anak-anak bangsa. Pendidikan mempunyai peranan sangat penting dalam menentukan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di masa depan.


Oleh karena itu, Andra Soni meyakini jika salah satu cara agar kita bisa keluar dari kemiskinan, kesulitan dan keterbelakangan itu adalah melalui pendidikan. Maka dari itu, hadirnya Sekolah Rakyat (SR) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto itu merupakan harapan besar dalam rangka mencerdaskan seluruh anak bangsa.


“Hadirnya Sekolah Rakyat ini juga turut mengurangi angka putus sekolah di Provinsi Banten,” katanya.


Pada kesempatan itu Andra Soni juga mengucapkan terima kasih kepada Mensos dimana saat ini sudah ada enam sekolah perintis Sekolah Rakyat di Provinsi Banten. Ini akan menjadi modal kita untuk mendorong terwujudnya generasi unggul dan berdaya saing. “Apalagi Provinsi Banten sebagai daerah penyangga Jakarta,” tambahnya.


Dalam kesempatan yang sama Seskab Teddy Indra Wijaya, saat berdialog dengan para calon siswa Sekolah Rakyat, mengajak untuk meneladani Andra Soni. Usaha yang keras dibarengi dengan berdoa menjadikannya sebagai gubernur.


“Patut menjadi contoh bagi adik-adik yang hampir tidak bersekolah, yang siap sekolah di Sekolah Rakyat,” tambahnya.


Pada tahun 2025, lanjut Teddy, ada 165 Sekolah Rakyat dan siswanya mencapai 43 ribu anak. Pada tahun ini ada penambahan 100 Sekolah Rakyat yang menjadi cita-cita presiden.

“Cita-cita Bapak Presiden Prabowo bagaimana caranya anak-anak Indonesia bisa sekolah. Yang tidak bisa sekolah bisa sekolah, yang belum bersekolah bisa sekolah, yang putus sekolah bisa sekolah,” kata Teddy.


Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan, para Gubernur, Bupati, dan Wali Kota sangat membantu dalam menyediakan lahan untuk sekolah. Menteri yang akrab dipanggil Gus Ipul itu menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan untuk menambah penyelenggaraan sekolah rintisan Sekolah Rakyat di Jakarta dan sekitarnya.


“Setiap Sekolah Rakyat mampu menampung 2.000 siswa SD, SMP, SMA. Yang dijangkau dalam sekolah rintisan tambahan ini adalah anak-anak yang sebagian besar tidak sekolah dan putus sekolah,” jelasnya.


“Mereka pada jam-jam sekolah itu kadang mengamen atau bekerja di pasar-pasar atau di tempat umum. Sekarang mereka sekolah dan memiliki harapan baru untuk maju,” tambah Gus Ipul. (Red).

Terima Kunjungan Danlanal Baru, Gubernur Banten Andra Soni Siap Tingkatkan Kolaborasi

Gubernur Banten Andra Soni, Menerima Kunjungan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banten, Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani, Di Selaras Rumah Dinas Gubernur Banten, Kota Serang, Rabu (05/08/2026).


Gubernur Banten Andra Soni menerima kunjungan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banten yang baru Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani di selasar Rumah Dinas (Rumdin) Gubernur Banten, Kota Serang, Rabu (5/8/2026).


Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani secara resmi menggantikan pejabat sebelumnya Kolonel Laut (P) Catur Yogiantoro. Prosesi serah terima jabatan dipimpin langsung oleh Komandan Kodaeral III Laksamana Muda TNI Uki Prasetia di Selasar Mako Kodaeral III Jakarta, Kamis (16/07/2026) lalu.


Andra Soni mengungkapkan, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dengan Danlanal Banten selama ini terjalin sangat harmonis, baik formal maupun informal. Apalagi, Danlanal Banten mempunyai peranan strategis dalam menjaga stabilitas dan keamanan ruang laut di wilayah Banten.


"Saya mewakili Pemprov Banten siap meningkatkan kolaborasi untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan di Provinsi Banten, sehingga perekonomian masyarakat berjalan baik begitu juga dengan iklim investasi," katanya.


Andra Soni juga mengucapkan terima kasih kepada Kolonel Laut (P) Catur Yogiantoro atas pengabdiannya selama bertugas di Provinsi Banten. Kemudian kepada Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani, Andra Soni mengucapkan selamat datang di Provinsi Banten.


"Kita terus berkolaborasi untuk kemajuan daerah" pungkasnya. (Red).

Gubernur Andra Soni Apresiasi Umat Hindu Jaga Kerukunan untuk Kemajuan Provinsi Banten

Gubernur Banten Andra Soni, Menerima Kunjungan Perwakilan Pemeluk Agama Hindu, Di KP3B, Curug, Kota Serang, Selasa (04/08/2026).


Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan apresiasi kepada pemeluk agama Hindu yang selama ini terus menjaga kerukunan dan menjadi bagian dari pembangunan Provinsi Banten. Khususnya dalam bersinergi dengan seluruh kelompok masyarakat dalam rangka menciptakan kerukunan untuk kemajuan daerah.


"Alhamdulillah, hari ini saya menerima kunjungan silaturahmi dari panitia pembangunan Candi Banten Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati, salah satu pura yang berlokasi di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten," ujarnya saat menerima perwakilan pemeluk agama Hindu di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang. Selasa (4/8/2026).


Di kegiatan tersebut Andra Soni menandatangani prasasti peresmian Candi Banten Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati. Ia juga menerima undangan langsung dari Panitia Pelaksana Utsawa Dharma Gita (UDG) yang akan dilaksanakan pada tanggal 12 September 2026.


"Semoga waktu dan kesehatan pada saat dilangsungkan acara memungkinkan saya untuk hadir, tapi secara pribadi, saya Insya Allah bisa hadir," ujarnya.


Perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Kantor Wilayah (Kanwil) Provinsi Banten dari pemeluk agama Hindu, Eko Sudono mengapresiasi Andra Soni yang berkenan menandatangani Prasasti Candi Banten Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati. Menurutnya, ini adalah momentum karena ini pertama kalinya gubernur menandatangani Prasasti untuk Pura di Provinsi Banten.


"Ini sebuah momentum yang luar biasa, tentu kami akan sangat menjaga apa yang tadi disampaikan oleh Gubernur yang menitipkan pesan agar kita orang Hindu sebagai bagian dari masyarakat Banten menjaga kerukunan, menjaga keutuhan Banten sebagaimana seharusnya kita menjaga keutuhan kita masyarakat Indonesia secara utuh," ujarnya.


Di tempat yang sama, Ketua Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) Provinsi Banten Gusti Made Subanie mengatakan, kehadirannya pada hari ini untuk mengundang Gubernur Andra Soni yang merupakan pembina organisasi untuk membuka pelaksanaan UDG pada tanggal 12 September 2026. Acara dilaksanakan di Pura Eka Wira Anantha yang berada di dalam area Kompleks Grup 1 Kopassus.


"Kami sangat berharap kehadiran Gubernur Andra Soni untuk membuka UDG, agar bisa memberi semangat kepada kontingen Provinsi Banten saat berlaga nanti di tingkat nasional di tahun 2027 di Palu," pungkasnya. (Red).

Andra Soni: Turnamen Sepak Bola Jadi Hiburan dan Penggerak Ekonomi Rakyat

Gubernur Banten Andra Soni, Memberikan Sambutan Pada Pertandingan Final Open Turnamen Sepak Bola Maung Cup 3, Di Lapangnan IMK Curug Sari, Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang.


Gubernur Andra Soni menyebut turnamen sepak bola yang diselenggarakan oleh masyarakat merupakan hiburan rakyat. Ia berharap semakin banyak pertandingan sepak bola yang diselenggarakan masyarakat menjadi hiburan sekaligus penggerak ekonomi rakyat.


Hal tersebut disampaikan Andra Soni usai menyaksikan Final Open Turnamen Sepak Bola Maung Cup 3  di lapangan sepak bola IMK Curug Sari, Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Minggu (2/8/2026) petang. Ia mengaku bahagia dapat menyaksikan turnamen sepak bola bersama ribuan masyarakat.


"Sepak bola adalah hiburan masyarakat. Di sini kita bisa bersama-sama menyaksikan pertandingan dengan senang hati," katanya.


Andra Soni juga menilai, turnamen terbuka turut menggerakkan perekonomian masyarakat. Ia berharap, pertandingan serupa dapat diselenggarakan di berbagai tempat di Banten.


"Selain sebagai hiburan, juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi," ujarnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Banten Ahmad Syaukani mengatakan, perkembangan sepak bola saat ini sangat menggembirakan. Setiap turnamen selalu mendapatkan antusiasme masyarakat.


Selain itu, prestasi juga semakin meningkat dengan prestasi yang dibuktikan pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) tahun 2025 lalu. Menurutnya, sepak bola Provinsi Banten menduduki peringkat ketiga.


"Tahun ini, kita menjadi juara Piala Soeratin, juara kedua dari Kota Tangerang," ucapnya.


Ketua Panitia Turnamen Sepak Bola Terbuka Maung Cup 3, Yusuf Bahtiar mengatakan, turnamen tersebut diselenggarakan karena tingginya antusias masyarakat terhadap sepak bola. Ia berharap, turnamen serupa tetap dilaksanakan pada masa yang akan datang dan dapat melahirkan pesepakbola profesional dari Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.


"Selain itu, kita melihat banyaknya bakat sepak bola pada generasi muda," katanya.


Final Maung Cup 3 menyajikan pertandingan antara klub Persako Desa Kareo Kecamatan Jawilan Kabupaten Serang melawan klub sepak bola Ratu dari Desa Majasari Kecamatan Jawilan Kabupaten Serang. Skor pertandingan berakhir 2-0 bagi klub Ratu Desa Majasari.


Sebagai informasi, turnamen sepak bola Maung Cup 3 dibuka pada tanggal 27 Juni 2026. Sebanyak 32 klub yang mengikuti pertandingan selama turnamen berlangsung. Tim berasal dari Kabupaten Tangerang, Lebak, Serang dan Kabupaten Bogor. Maung Cup 3 memperebutkan piala bergilir dan hadiah uang dengan total Rp 50 juta. (Red).

Naik Vespa Bersama SBB, Gubernur Andra Soni Ajak Komunitas Rawat Persatuan dan Promosikan Wisata Banten

Gubernur Banten Andra Soni, Mengendarai Vespa Berwarna Biru Bersama Ratusan Scooteris Mengikuti Kegitan Kongkow Scooter Banten Bersatu (SBB).


Suara khas mesin Vespa memenuhi jalan-jalan Kota Serang, Sabtu (1/8/2026). Di antara ratusan scooteris yang mengikuti kegiatan Kongkow Scooter Banten Bersatu (SBB), tampak Gubernur Banten Andra Soni ikut mengendarai Vespa Sprint berwarna biru.


Rombongan memulai perjalanan dari Gedung Negara Provinsi Banten, melintasi Jalan Veteran, kawasan Ciceri, hingga berakhir di Jalan Ki Ajurum, Cipocok Jaya, Kota Serang. Bagi Andra Soni, perjalanan itu bukan sekadar touring, melainkan momentum mempererat kebersamaan sekaligus menunjukkan bahwa komunitas memiliki peran penting dalam membangun daerah.


“Sebuah kehormatan bagi saya hari ini bisa bersama-sama dengan Scooter Banten Bersatu. Dari kecil saya sering melihat orang naik Vespa, tetapi saya tidak pernah punya Vespa. Hari ini saya bersilaturahmi dengan temen-temen komunitas Vespa,” ujar Andra.


Di hadapan ratusan pecinta Vespa dari berbagai daerah di Banten, Andra mengajak seluruh anggota komunitas untuk terus menjaga kekompakan serta menjadi bagian dari pembangunan daerah.


“Mari kita rawat Banten melebihi cara kita merawat Vespa-vespa kita. Jaga terus persatuan, jaga terus Banten kita tercinta. Semoga Banten semakin maju,” katanya.


Suasana semakin hangat ketika Andra menceritakan pengalamannya pertama kali mengendarai Vespa dalam rombongan besar. Ia mengaku hingga kini belum memiliki Vespa pribadi dan menggunakan motor milik ajudannya untuk mengikuti touring.


“Sampai hari ini saya tidak punya Vespa. Tadi ajudan saya bilang, ‘Pak, Vespa saya saja yang dipakai’. Akhirnya saya bisa ikut touring hari ini,” ucapnya.


Menurut Andra, komunitas pecinta motor seperti Scooter Banten Bersatu menjadi contoh bagaimana hobi dapat melahirkan solidaritas sosial dan memperkuat persaudaraan.


“Saya melihat ini komunitas yang sehat. Bisa membawa keluarga, saling menjaga kebersamaan. Teruslah menjadi bagian untuk menjaga Banten dan menjaga persatuan. Karena tidak akan mungkin kita menjadi daerah maju tanpa persatuan,” tegasnya.


Sementara itu, Ketua Umum Scooteris Banten Bersatu (SBB), Fahmi, mengatakan kegiatan Kongkow SBB tidak hanya menjadi ajang berkumpul para pecinta Vespa, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial.


“Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi berbagai komunitas Vespa di Banten. Rangkaian acaranya meliputi donor darah, santunan, hingga diskusi. Ratusan scooteris dari Anyer, Cilegon, Pandeglang, Lebak, hingga Tangerang hadir memeriahkan kegiatan ini,” kata Fahmi.


Menurutnya, semangat kebersamaan yang dibangun melalui komunitas diharapkan mampu mempererat hubungan antarscooteris sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.


Kehadiran Gubernur Andra Soni di tengah komunitas Vespa pun menjadi simbol kedekatan pemerintah dengan masyarakat. Melalui perjalanan singkat di jalanan Kota Serang, Andra tidak hanya menikmati pengalaman mengendarai Vespa, tetapi juga mengajak komunitas untuk bersama-sama menjaga persatuan, mempromosikan potensi wisata, dan terus menjadi bagian dari kemajuan Provinsi Banten. (Red).

BNN Sumut Gagalkan Peredaran 92 Kg Ganja Jaringan Aceh-Medan, 2 Orang Ditangkap


Medan - Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (BNNP Sumut) menggagalkan peredaran narkotika jenis ganja seberat 92 kilogram yang merupakan jaringan lintas provinsi Aceh-Medan. Dalam pengungkapan tersebut, petugas menangkap dua orang yang diduga berperan sebagai kurir dan penerima barang.

Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Tatar Nugroho, mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi adanya pengiriman ganja dari Kabupaten Gayo Lues, Aceh, menuju Kota Medan pada (28/7/2026).


"Tim memperoleh informasi akan ada pengiriman narkotika jenis ganja dari Gayo Lues menuju Medan menggunakan satu unit mobil," kata Tatar, Jumat (31/7/2026).


Menindaklanjuti informasi itu, petugas melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi kendaraan yang diduga membawa ganja pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 12.30 WIB di Jalan Jamin Ginting, Desa Batu Layang, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang.


Petugas kemudian menghentikan mobil Daihatsu Xenia berwarna silver bernomor polisi BK 1596 RS dan melakukan penggeledahan. Dari dalam mobil ditemukan tiga karung goni berisi 92 bungkus ganja dengan berat bruto sekitar 92 kilogram atau 92.960,3 gram.


"Ditemukan barang bukti berupa 92 kilogram narkoba jenis ganja, dan seorang tersangka berinisial J yang berperan sebagai kurir," ujarnya.


Setelah menangkap kurir, petugas melakukan pengembangan dan mengamankan seorang pria berinisial SS alias U yang diduga sebagai penerima atau penyimpan barang. Tersangka ditangkap di depan minimarket di Simpang Deli Tua, Jalan Bunga Rampe IV, Desa Durin Tonggal, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang.


Petugas kemudian menggeledah rumah tersangka di Perumahan River Valley Blok 44 Nomor 15, Jalan Bunga Rampe IV. Dari lokasi tersebut ditemukan satu bungkus plastik berisi ganja dengan berat bruto 7,2 gram.


"Seluruh barang bukti dan kedua tersangka kemudian dibawa ke Kantor BNNP Sumatera Utara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," jelas Tatar.


Dari pengungkapan di tiga lokasi tersebut, BNNP Sumut menyita barang bukti berupa 92 bungkus ganja dan satu bungkus plastik ganja dengan total berat bruto 92.967,5 gram. Selain itu, petugas juga menyita satu unit mobil Daihatsu Xenia, satu unit sepeda motor Honda Beat, serta tiga unit telepon seluler milik para tersangka.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2), Pasal 111 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.


Atas perbuatannya, para tersangka terancam hukuman pidana penjara paling singkat enam tahun hingga pidana mati atau penjara seumur hidup.


BNNP Sumut memperkirakan penyitaan ganja seberat 92 kilogram tersebut menyelamatkan sekitar 18.500 jiwa generasi muda dari bahaya penyalahgunaan dan ketergantungan narkotika. (Red).

Tinawati Andra Soni Ajak Kader Posyandu Sukseskan Program Pemerintah

Ketua Pembina Posyandu Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni Melakukan Kunjungan Lapangan Dan Lomba Posyandu 6 SPM Di Posyandu Semangka Kelurahan Alam Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Senin, (27/07/2026).


Ketua Pembina Posyandu Provinsi Banten Tinawati Andra Soni mengajak para kader Posyandu untuk membersamai atau menyukseskan program pemerintah. Saat ini Posyandu terus meningkatkan kompetensinya dalam pelayanan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).


“Kita adalah satu tim. Bagaimana Posyandu bisa membersamai kebijakan pemerintah,” ungkap Tinawati saat melakukan Kunjungan Lapangan dan Lomba Posyandu 6 SPM di Posyandu Semangka Kelurahan Alam Jaya RW 08, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Senin (27/7/2026).


“Apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tangerang beserta seluruh jajaran, kader Posyandu dan masyarakat yang telah bekerja keras menghadirkan Posyandu sebagai pusat pelayanan dasar yang semakin aktif, inovatif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya menambahkan. 


Tinawati menegaskan, lomba Posyandu bukan semata-mata tentang menjadi juara. Yang lebih adalah bagaimana Posyandu mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat melalui pelaksanaan 6 SPM. 


“Masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari kehadiran Posyandu di lingkungannya,” ujarnya. 


Tinawati juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dan sinergi perangkat daerah pemangku 6 SPM dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui Posyandu.


Menurut Tinawati,  kunjungan lapangan ini menjadi kesempatan untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan menguatkan semangat gotong royong. Praktik baik setiap daerah akan menjadi inspirasi bagi daerah lainnya. 


“Mari kita jadikan momentum ini sebagai ajang untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan,” katanya. 


Melalui kegiatan ini, Tinawati berharap Posyandu semakin maju, semakin dekat dengan masyarakat dan mampu menjawab tantangan terhadap pelayanan kepada masyarakat.


Dalam kesempatan itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Tangerang Masturoh Sachrudin menyampaikan terima kasih atas kunjungan lapangan Ketua TP Posyandu Provinsi Banten Tinawati Andra Soni.


“Kunjungan ini turut meningkatkan semangat para kader Posyandu Kota Tangerang,” ucapnya.


Sedangkan Wali Kota Tangerang Sachrudin dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asda I Kota Tangerang Mulyani menyampaikan, implementasi Posyandu 6 SPM bukan sekadar memenuhi indikator. Tetapi memastikan masyarakat benar-benar mendapatkan pelayanan.


“Keberhasilan Posyandu tidak cukup hanya ditunjukkan dengan administrasi yang lengkap. Keberhasilan harus dapat kita lihat dari perubahan yang terjadi di masyarakat,” katanya.


Dalam kunjungan lapangan itu, Tinawati didampingi Masturoh meninjau Posyandu Semangka, PAUD Bougenville, Taman Baca Masyarakat, sosialisasi dan deteksi TBC, penyerahan paket bantuan pangan bergizi untuk anak balita, kebun KWT, Bank Sampah, Pos Kamling, dan rumah pompa air. (Red).

Andra Soni Ajak Masyarakat Manfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis di Banten

Gubernur Banten Andra Soni, Bersama Tinawati Andra Soni, Meninjau Pelayanan Mobile Klinik Provinsi Banten, Pada Kegiatan Semarak Gerak Sehat Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Provinsi Banten 2026.


Gubernur Banten Andra Soni mengajak masyarakat untuk rutin memanfaatkan pelayanan Program Cek Kesehatan Gratis. Program ini bagian dari membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan berkualitas.


“Paradigma pembangunan kesehatan saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada pengobatan setelah sakit. Tetapi lebih mengutamakan promotif dan preventif,” ungkap Andra Soni pada kegiatan Semarak Gerak Sehat Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Provinsi Banten 2026, di Halaman Gedung Negara Provinsi Banten, Jalan Brigjen KH Syam’un Nomor 5, Kota Serang, Sabtu (25/7/2026).


“Menjaga masyarakat tetap sehat melalui pola hidup sehat, deteksi dini, serta pengendalian faktor risiko penyakit,” ujarnya menambahkan.


Menurut Andra Soni, Prolanis membantu masyarakat, khususnya penyandang sakit kronis agar tetap memperoleh pelayanan kesehatan secara berkesinambungan. Sehingga kualitas hidupnya tetap optimal dan risiko komplikasi dapat ditekan.


“Melalui kegiatan hari ini, kita membangun budaya hidup sehat yang harus menjadi kebiasaan seluruh masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan dan menjangkau kabupaten dan kota. Menjaga kesehatan adalah tanggung jawab bersama,” ungkap Andra Soni.


Andra Soni juga mengungkapkan, untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan, Provinsi Banten mendapatkan kemudahan akses khusus. Jika sewaktu-waktu dibutuhkan termasuk jika ada kendala, penerima dapat mengurusnya untuk menerima layanan kesehatan.


“Saya mengajak masyarakat Banten untuk memanfaatkan cek kesehatan gratis untuk mengelola kesehatan,” katanya.


Dalam sambutannya, Deputi Direksi Wilayah IV BPJS Kesehatan, dr. Yessi Kumalasari mengatakan, Prolanis merupakan program berkelanjutan, promotif, dan preventif. Pengelola penyakit kronis, sebetulnya harus dilakukan oleh setiap individu agar tetap sehat, termasuk untuk mencegah agar pasien tidak jatuh sakit.


“Program promotif dan preventif merupakan upaya pencegahan atas keparahan penyakit sekaligus sasaran kepada individu supaya keparahan penyakit bisa dicegah. Kegiatannya adalah Prolanis,” katanya.


Kegiatan Prolanis sendiri diisi dengan senam bersama, konsultasi kesehatan, pelayanan obat, pemeriksaan penunjang, serta kegiatan rutin. Saat ini, di Provinsi Banten terdapat 358.801 peserta Prolanis. Dari sekian banyak peserta itu, 21 persennya yang sudah terdaftar dalam klub Prolanis.


“Klub Prolanis masih terbatas pada penyakit DM (diabetes melitus) dan hipertensi,” katanya.


Sebagai informasi, dalam kesempatan itu, Andra Soni didampingi Tinawati Andra Soni meninjau pelayanan Mobile Klinik Pemprov Banten, layanan cek kesehatan gratis oleh beberapa klinik, cek kesehatan mata RS Mata Achmad Wardi, serta pelayanan BPJS Kesehatan.


(Red).

Wagub Dimyati Sampaikan Pelaksanaan Program Sekolah Gratis ke Kepala Staf Kepresidenan

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati, Dalam Sambutannya Memaparkan Kewajiban Pemerintah Dan Orang Tua Kepada Anak, Untuk Mendapatkan Pendidikan Yang Adil Dan Merata.


Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusuma melaporkan pelaksanaan Program Sekolah Gratis kepada Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurrahman. Laporan tersebut disampaikan Dimyati dalam sambutannya pada Kunjungan Kerja KSP dalam rangka Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Kota Tangerang, Senin (21/7/2026).


Kepada Dudung, Dimyati memaparkan kewajiban pemerintah dan orang tua kepada anak. Menurut Dimyati anak perlu mendapatkan pendidikan yang adil dan merata. Semua anak Indonesia, berhak mendapatkan pendidikan yang layak.


"Maka, di Banten ini ada sekolah gratis untuk tingkat SMA, SMK dan SKh swasta," kata Dimyati.


Sementara, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurrahman sempat berdialog dengan beberapa anak binaan LPKA. Selain berdialog dengan anak binaan LPKA Kota Tangerang, Dudung juga berdialog dengan anak-anak binaan LPKA Palembang dan Jawa Tengah. Kepada anak-anak binaan, Dudung berpesan agar memanfaatkan waktu selama masa pembinaan dengan baik.


"Belajar, bekerja keras, dan berdoa dengan sebaik-baiknya di sini. Tinggalkan kebiasaan jelek pada masa lalu. Jangan terpengaruh hal-hal yang jelek dari lingkungan," katanya.


"Kita di sini merayakan bersama-sama Hari Anak Nasional. Kalian jangan putus asa," ujarnya menambahkan.


Masa lalu, tutur Dudung, biarlah berlalu. Anak-anak dilakukan pembinaan di LPKA supaya tidak terjerumus ke jurang yang makin dalam.


"Songsong masa depan dengan baik," katanya.


Sementara dalam kesempatan terpisah, Dimyati berdialog dengan Andri (16 tahun, bukan nama sebenarnya), anak binaan asal Kabupaten Tangerang. Andri merupakan pelaku tindak kekerasan terhadap sesamanya. Kepada Andri, Wagub Dimyati berpesan agar tidak mengulangi perbuatannya setelah kembali kepada keluarga.


"Bangun masa depan. Belajar dengan baik," katanya.


Perayaan Hari Anak Nasional 2026 di LPKA Kota Tangerang dimeriahkan dengan penampilan seni anak-anak binaan. Salah satu atraksi seni angklung berkolaborasi dengan band anak-anak binaan mengiringi vokal Dudung Abdurrahman yang membawakan lagu Ayo Ngopi ciptaannya. Setelah itu, anak-anak binaan menyuguhkan lagu Jangan Menyerah dari D'Masiv.


Di lokasi, Fikri (17 tahun, bukan nama sebenarnya) mengaku senang dengan adanya perayaan Hari Anak Nasional di LPKA Kota Tangerang, terlebih karena dikunjungi banyak orang, Fikri mengaku senang karena bisa bertemu langsung dengan pejabat dan orang-orang sukses lainnya.


"Saya terinspirasi untuk maju. Dan saya akan turut atas seluruh nasihat para bapak-bapak tadi," ujarnya.


Peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang diselenggarakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dipusatkan di LPKA Kelas I Kota Tangerang juga diikuti LPKA di seluruh Indonesia secara daring. Hadir juga Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto dan Wakil Wali Kota Tangerang Maryono. 


(Red).

Setelah 25 Tahun Menanti, Jembatan Piano Desa Mekarsari Kabupaten Serang Mulai Dibangun

Gubernur Banten Andra Soni Meninjau Proses Pembanguna Jembatan Piano Di Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Yang Menjadi Akses Masyarakat  Antara Kabupaten Serang Dengan Kabupaten Tangerang. 


Masyarakat Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang bersuka ria setelah 25 tahun menanti akhirnya Jembatan Piano yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat diperbaiki di era kepemimpinan Gubernur Banten Andra Soni. Jembatan itu mempunyai peranan yang sangat vital karena merupakan satu-satunya akses penghubung masyarakat Kabupaten Serang dengan Kabupaten Tangerang.


Antusiasme dan suka ria ratusan masyarakat Mekarsari itu terlihat ketika Gubernur Banten Andra Soni meninjau proses pembangunan jembatan yang baru mencapai 30 persen, Selasa (21/7/2026).


Tokoh masyarakat Desa Mekarsari Gulamudin mengatakan, Jembatan Piano kondisinya sangat memprihatinkan karena sudah 25 tahun sejak pertama kali dibangun tidak kunjung diperbaiki. Padahal setiap era kepemimpinan, jembatan itu selalu dikunjungi dan dijanjikan akan diperbaiki.


"Sampai ada janji dari Pak Gubernur untuk memperbaiki pun masyarakat di sini sudah apatis. Sudah cuek aja karena terlalu sering dijanjikan. Tapi ternyata tidak. Setelah dijanjikan, ditinjau kemudian tidak lama lagi langsung diperbaiki. Ini sungguh luar biasa. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Andra Soni," katanya.


Bagi Gulamudin, pembangunan jembatan itu bukan hanya sekedar pembangunan fisik yang menghubungkan aktivitas masyarakat di dua daerah. Akan tetapi lebih dari itu, ada ribuan anak-anak sekolah, ratusan petani, pegawai serta pedagang yang menggunakan jembatan ini sebagai akses utama aktivitas mereka.


"Jembatan yang lama itu sudah banyak memakan korban. Motor juga ada yang jatuh, kalau mobil seringnya nyangkut. Apalagi pas musim hujan," pungkasnya.


Dengan lebar sekitar 2,5 meter dan bentangan 55 meter, Jembatan Piano itu masih digunakan oleh masyarakat. 25 tahun lalu jembatan itu dibangun atas swadaya masyarakat sekitar sebagai akses alternatif yang dapat memangkas waktu perjalanan baik yang akan ke Serang maupun ke Tangerang.


Saat ini jembatan yang beralaskan balok kayu itu sudah banyak berlubang. Tata letaknya tidak lagi rapi dan simetris seperti pertama kali digunakan. Antara satu balok dengan balok lainnya sudah longgar, sehingga ketika kendaraan melintas terdengar bunyi gesekan antar balok kayu seperti layaknya tuts-tuts piano sehingga warga setempat memberikan penamaan jembatan 'Piano'.


"Dulunya sebelum ada jembatan ini masyarakat yang melintas menggunakan perahu," katanya.


Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, pembangunan jembatan ini merupakan aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada dirinya, dan saat ini sedang dilakukan pembangunan yang ditargetkan bulan November 2026 nanti sudah selesai dan bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat.


"Kalau jembatan yang lama itu hanya sekitar 2,5 meter dan dengan kondisi seadanya bisa dilalui oleh satu mobil, di jembatan yang baru ini bisa untuk dua mobil dengan lebar 5 meter dan bentangan sampai 60 meter," ujarnya.


Andra Soni mengatakan, pembangunan jembatan ini akan meningkatkan aktivitas ekonomi serta membuka aksesibilitas masyarakat baik pendidikan, kesehatan, perekonomian maupun pertanian. "Ini menjadi bagian dari janji kami kepada masyarakat melalui program Jalan Bang Andra," imbuhnya.


Bagi Gubernur, membangun infrastruktur jalan dan jembatan itu merupakan pembangunan yang terus dilakukannya dalam rangka membangun harapan masyarakat. Harapan untuk masa depan yang lebih baik.


"Kita tidak bisa mengubah masa lalu, tapi kita bisa memberikan harapan untuk anak-anak kita di masa depan," paparnya.


(Red).

Hadiri Pelantikan Pemuda Muslimin Indonesia, Wagub Dimyati Dorong Lahirnya Pemimpin Berakhlak

Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah Hadiri Pelantikan Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Banten Periode 2026-2030.


Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menghadiri Pelantikan Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Banten Periode 2026–2030 di Aula Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Provinsi Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Sabtu (18/7/2026). Ia berharap, organisasi ini melahirkan calon pemimpin yang berakhlak dan peduli pada kepentingan umat.


"Menjadi pemuda-pemuda yang sesuai harapan, yang berakhlakul karimah dan pemuda masa depan untuk menjadi pemimpin agama, bangsa, dan negara," katanya.


Ia mengapresiasi terbentuknya kepengurusan PW Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Banten. Menurutnya, organisasi kepemudaan tersebut memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang beriman, bertakwa, dan berakhlakul karimah.


Ia juga berharap kepengurusan yang baru dilantik dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta menjadi mitra pemerintah dalam menjembatani aspirasi masyarakat.


"Mudah-mudahan Pemuda Muslimin Indonesia yang dibentuk dan dilantik serta dikukuhkan oleh pengurus pusat dapat bermanfaat dan berguna untuk masyarakat Banten serta bekerja sama dengan pemerintah sebagai jembatan, sebagai penghubung antara pemerintah dengan masyarakat," katanya.


Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Besar (PB) Pemuda Muslimin Indonesia Usep Nukliri mengaku bangga atas terlaksananya pelantikan PW Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Banten. Ia berharap kepengurusan yang baru dapat bersinergi dalam mendukung pembangunan daerah.


"Keberadaan Pemuda Muslimin Indonesia di Provinsi Banten diharapkan bisa mewarnai peran serta pemuda dalam membangun Provinsi Banten," ujarnya.


Menurut Usep, Provinsi Banten memiliki sejarah panjang sebagai daerah yang melahirkan banyak ulama dan tokoh agama. Oleh karena itu, Pemuda Muslimin Indonesia diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.


"Provinsi Banten dikenal sebagai daerah para kiai dan ajengan. Kami percaya keberadaan Pemuda Muslimin Indonesia, Insya Allah, akan dibimbing menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045," katanya. (Red).

Gubernur Andra Soni Hadiri Penyambutan Peserta Raker APPSI

Gubernur Banten Andra Soni, Bersama Istri Tinawati Andra Soni, Menghadiri Penyambutan Tuan Rumah Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal, Dalam Gala Dinner Asosiasi Pemerintahan Seluruh Indonesia (APPSI), Di Hotel Aruna Senggigi, Kabupaten Lombok, Rabu, (15/07/2026).


Gubernur Banten Andra Soni menghadiri penyambutan oleh tuan rumah Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Iqbal dalam Gala Dinner Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Hotel Aruna Senggigi Jl. Raya Senggigi, Kabupaten Lombok, Rabu (15/7/2026). Rapat Kerja mengusung tema Pemberdayaan UMKM Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah.


“Selamat datang di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, terima kasih kepada APPSI yang telah tunjuk Nusa Tenggara Barat,” ucapnya.


“Selamat menikmati Nusa Tenggara Barat. Selamat menikmati Pulau Lombok,” tambah Lalu Muhammad Iqbal.


Dalam kesempatan itu, Ketua APPSI yang juga Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas’oed mengatakan Pulau Lombok terus berkembang. Terlebih dengan keberadaan Sirkuit Mandalika.


“Para gubernur diajak berkumpul di Nusa Tenggara Barat yang terus berkembang,” ucapnya.


‘Bulan Oktober mendatang kita kembali ke Nusa Tenggara Barat menonton Moto GP di Sirkuit Mandalika,” ucapnya.


Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Bima Arya Sugiarto apresiasi atas berkumpulnya para gubernur di Nusa Tenggara Barat.


‘Terima kasih atas inisiatif untuk mengumpulkan kepala daerah membahas isu-isu penting,” tambah Bima.


Menurutnya, para gubernur tampak akrab dan kompak. “Kepala daerah saat ini gempurannya dari berbagai penjuru arah angin. Dari target, janji politik, hingga algoritma kekinian,” ucapnya


Dari kondisi ini. Bima mengaku mengamati tipe pemimpin.dari gubernur hingga bupati/ walikota. “Tipe eksistensi, semua langkahnya ingin eksis. Tipe prestasi, selangkah dari eksistensi ingin mencetak prestasi,” ucapnya.


“Setelah berprestasi ingin mendapatkan validasi. Tipe validasi ekspose prestasi untuk validasi,” tambahnya.


Tipe inspirasi, lanjut Bima, setiap kebijakan langkah menginspirasi kepala daerah yang lain. (Red).

Bagi Hafidz, Sekolah Gratis Bukan Sekadar Program Pemerintah, Tapi Harapan yang Membuat Mimpinya Tetap Hidup

Abdoel Hadifz (16) Remaja Asal Kampung Cilaja, Kelurahan Cilaja, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pendeglang, Mendapat Sekolah Gratis Dari Program Gubernur Banten Dan Wakil Gubernur Banten.


Mata Abdoel Hafidz (16) berkaca-kaca mendapat sekolah gratis dari program Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusuma. Remaja asal Kampung Cilaja, Kelurahan Cilaja, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang itu saat ini tidak lagi takut putus sekolah. Ia ingin memeluk gubernur karena harapan atas cita-citanya masih terjaga.


“Saya ingin memeluk gubernur dan mengucapkan terima kasih. Karena sekolah gratis ini, saya tetap bisa sekolah dan ayah saya tidak lagi memikirkan biaya sekolah saya.” Ujar Hafidz, Kamis (16/7/2026).


Ucapan itu keluar dari seorang anak yang dalam beberapa bulan terakhir harus menghadapi kehilangan terbesar dalam hidupnya. Sekitar 80 hari lalu, Hafidz kehilangan sang ibu setelah berjuang melawan gagal ginjal. Sejak September tahun lalu, ia hampir setiap hari mendampingi ibunya menjalani pengobatan, mulai dari RS Seruni Harfiah Lestari (SHL) Pandeglang hingga dirujuk ke RSUD Banten di Kota Serang. Di rumah sakit itu dokter menyatakan ibunya mengalami penyumbatan pembuluh darah dan gagal ginjal sehingga harus rutin menjalani cuci darah.


Sepeninggal ibunya, kehidupan Hafidz berubah. Ia kini tinggal berdua bersama adik laki-lakinya yang baru masuk kelas I SMP. Ayahnya, Yadi Sugianto, bekerja sebagai buruh harian lepas di proyek bangunan di Tangerang sehingga hanya bisa pulang dua minggu sekali, bahkan terkadang sebulan sekali.


Untuk makan sehari-hari, Hafidz dan adiknya dibantu paman serta bibinya yang tinggal di belakang rumah. Sementara kebutuhan hidup dikirim ayah melalui rekening ATM milik almarhum ibunya yang kini dipegang Hafidz. Dari rekening itulah ia mengatur kebutuhan sekolah sekaligus uang jajan adiknya.


Di balik beban yang dipikulnya, Hafidz tidak pernah kehilangan semangat untuk bersekolah. Baginya, pendidikan adalah jalan untuk mengubah masa depan keluarga. Saat masih duduk di bangku SMP, ia dikenal aktif mengikuti berbagai kegiatan sekolah. Hafidz dipercaya menjadi bendahara Pramuka karena dinilai bertanggung jawab dan disiplin. Di luar sekolah, ia juga bergabung dengan salah satu sanggar seni budaya Rampak Bedug di Pandeglang sebagai bentuk kecintaannya terhadap seni dan budaya daerah.


Semangat itulah yang membuat Hafidz tidak ingin putus sekolah. Namun, harapan itu sempat nyaris pupus ketika ia gagal diterima di SMA Negeri 6 Pandeglang melalui jalur domisili.


“Saya sempat bingung mau sekolah di mana,” kenangnya.


Kekhawatiran itu juga dirasakan ayahnya. Dengan penghasilan sebagai buruh bangunan, biaya sekolah swasta tentu menjadi beban yang tidak ringan. Titik terang muncul ketika seorang teman memberi tahu bahwa SMK PGRI Pandeglang mengikuti Program Sekolah Gratis Pemprov Banten. Informasi itu segera disampaikan Hafidz kepada ayahnya, sementara proses pendaftaran dibantu pamannya karena sang ayah masih bekerja di Tangerang.


Kini Hafidz dapat melanjutkan pendidikan di SMK PGRI Pandeglang tanpa dibebani biaya SPP. Menurutnya, keluarga hanya mengeluarkan biaya untuk seragam sekolah.


“Program ini sangat membantu keluarga saya. Ayah sekarang bisa lebih fokus bekerja karena tidak lagi memikirkan biaya sekolah saya,” katanya.


Pesan sang ayah sebelum kembali bekerja di Tangerang selalu ia ingat. Ayah berpesan agar Hafidz belajar dengan sungguh-sungguh, tidak gengsi bersekolah di mana pun, memilih teman yang baik, dan menjaga adiknya.


Saat diminta menyampaikan pesan untuk ayahnya, suara Hafidz mulai bergetar.


“Buat ayah, semangat kerjanya. Jaga kesehatan. Semoga Allah selalu melimpahkan rezeki buat ayah,” ujarnya.


Cerita serupa juga dialami Muhammad Hasbi Fabiansyah (15), siswa baru kelas X jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG) di SMK PGRI Pandeglang. Remaja asal Desa Gunungputeri, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang itu sebelumnya mendaftar ke SMA Negeri 6 Pandeglang melalui jalur domisili. Namun ia gagal diterima.


Hasbi tinggal bersama ibunya, Lilis Herlis, yang sehari-hari berjualan jajanan dan minuman di warung kecil. Saat hendak mendaftar ke SMK PGRI Pandeglang, ia baru mengetahui sekolah tersebut mengikuti Program Sekolah Gratis setelah melihat spanduk di depan sekolah.


“Saya baru tahu waktu mau daftar. Ternyata sekolahnya gratis, cuma bayar seragam,” ujarnya.


Menurut Hasbi, program tersebut sangat membantu keluarganya. Ibunya kini tidak lagi dibebani biaya SPP setiap bulan sehingga bisa lebih fokus memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hasbi sendiri mengaku uang jajannya sangat terbatas dan lebih sering menggunakan uang pemberian kakaknya untuk keperluan sekolah.


Ia juga mengetahui kakak kandungnya pernah terpaksa menghentikan kuliah karena keterbatasan biaya. Pengalaman itu membuatnya memahami betapa berharganya kesempatan untuk tetap bersekolah.


Kisah Hafidz dan Hasbi hanyalah dua dari puluhan ribu cerita yang lahir dari Program Sekolah Gratis Pemprov Banten. Program ini membuka kesempatan bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri agar tetap dapat melanjutkan pendidikan di sekolah swasta tanpa terbebani biaya SPP. Bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, kebijakan tersebut menjadi penyelamat agar anak-anak mereka tidak berhenti sekolah hanya karena persoalan biaya.


Pada Tahun Ajaran 2025-2026, sebanyak 801 sekolah swasta jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) telah bergabung dalam Program Sekolah Gratis. Sebanyak 60.705 siswa telah terverifikasi sebagai penerima manfaat.


Di balik angka itu, tersimpan ribuan cerita perjuangan keluarga yang akhirnya dapat bernapas lega karena anak-anak mereka tetap memiliki kesempatan mengenyam pendidikan. Bagi Hafidz, sekolah gratis bukan sekadar program pemerintah, melainkan harapan yang membuat mimpinya tetap hidup. (Red).

Polda Banten Hadiri Pelantikan DPW BAMAGNAS Provinsi Banten, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Pelantikan Dan Pengukuhan Dewan Pimpinan Wilayah Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (BAMAGNAS) Provinsi Banten, Senin (13/07/2026).


Serang - Polda Banten menghadiri kegiatan Pelantikan dan Pengukuhan Dewan Pimpinan Wilayah Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (BAMAGNAS) Provinsi Banten bertempat di Pendopo Gubernur Provinsi Banten pada Senin (13/07). 


Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Banten Dr. H.R. Achmad Dimyati Natakusumah, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea Ketua Umum DPP BAMAG Nasional Dr. Japarlin Marbun, Pengurus DPP BAMAG Nasional, serta Pengurus DPW BAMAG Nasional Provinsi Banten.


Dalam kesempatannya, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan bahwa Polda Banten menyambut baik pelantikan kepengurusan DPW BAMAGNAS Provinsi Banten sebagai wadah yang dapat mempererat persaudaraan dan memperkuat kerukunan antarumat beragama.


"Kami mengucapkan selamat kepada pengurus DPW BAMAGNAS Provinsi Banten yang telah dilantik. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta mampu menjadi jembatan dalam memperkuat persatuan, menjaga toleransi, dan menciptakan kehidupan bermasyarakat yang harmonis," katanya.


Selanjutnya, Kombes Pol Maruli menyampaikan bahwa sinergi antara kepolisian dengan tokoh agama dan organisasi keagamaan merupakan salah satu kunci dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.


"Sinergi yang baik antara kepolisian, tokoh agama, dan organisasi keagamaan, situasi kamtibmas di wilayah Banten akan tetap aman, damai, dan kondusif. Peran para tokoh agama sangat penting dalam menjaga persatuan serta memperkuat nilai-nilai toleransi di tengah masyarakat," ujarnya. 


Diakhir, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea berharap kolaborasi yang telah terjalin antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat. 


"Dengan kebersamaan seluruh elemen masyarakat, kita dapat bersama-sama menjaga Provinsi Banten tetap aman, damai, dan sejuk," tutupnya. (Red).

Wisata Anyer-Carita Ramai, Pemprov Banten Perkuat Mitigasi Pasca Status Siaga Anak Krakatau

Pengamat Gunung Api PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Anggi Nuryo Saputro, Menghimbau Masyarakat, Wisatawan, Nelayan, Dan Pendaki, Untuk Melakukan Aktivitas Dalam Radius Tiga Kilometer Dari Kawah Aktif.


Aktivitas wisata di kawasan Pantai Anyer dan Carita tetap berlangsung normal meski Gunung Anak Krakatau (GAK) berstatus Level III (Siaga). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus melakukan pemantauan perkembangan aktivitas gunung api sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dengan mengacu pada informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten Lutfi Mujahidin mengatakan, fokus pemerintah tidak hanya pada aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, tetapi juga terhadap kemungkinan dampak yang ditimbulkan, terutama potensi tsunami.


“Mitigasi sudah kita lakukan sejak awal tahun, bahkan kita perkuat pasca level III status GAK,” kata Lutfi, Kamis (9/7/2026).


Menurut Lutfi, keputusan untuk melakukan evakuasi masyarakat akan bergantung pada hasil analisis dan informasi resmi mengenai potensi tsunami. Erupsi gunung tidak serta-merta menyebabkan masyarakat harus mengungsi apabila tidak terdapat indikasi tsunami.


Ia menjelaskan, apabila terjadi erupsi yang berpotensi memicu tsunami, masyarakat di wilayah pesisir memiliki waktu sekitar 40 menit untuk melakukan evakuasi. BPBD Provinsi Banten terus memperkuat koordinasi dengan PVMBG, BMKG, TNI, Polri, pemerintah kabupaten/kota, serta memberikan pelatihan kepada Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) agar proses evakuasi dapat dilakukan secara cepat apabila diperlukan.


Lutfi mengimbau masyarakat tidak panik menghadapi peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Hasil pantauannya terkait aktivitas wisata di Anyer-Cinangka berjalan normal.


Sementara itu, Pengamat Gunung Api PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Anggi Nuryo Saputro menjelaskan, hingga saat ini rekomendasi PVMBG masih tetap sama, yakni masyarakat, wisatawan, nelayan, maupun pendaki dilarang melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.


“Kondisi kegempaan masih fluktuatif dan rekomendasinya belum berubah, masih tiga kilometer dari kawah pusat. Semua informasi resminya dapat diakses melalui MAGMA Indonesia,” ujar Anggi saat ditemui di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau.


Anggi menjelaskan, berdasarkan kajian para ahli, kondisi morfologi Gunung Anak Krakatau saat ini berbeda dengan kondisi menjelang tsunami Selat Sunda pada 2018. Saat itu tinggi tubuh gunung mencapai sekitar 337 meter di atas permukaan laut (mdpl) sebelum terjadi longsoran, sedangkan hasil pengamatan terbaru menunjukkan tinggi Gunung Anak Krakatau sekitar 158 mdpl.


“Kalau berdasarkan kajian para ahli, potensinya berbeda dengan tahun 2018. Dulu tinggi gunung sekitar 337 mdpl, sedangkan sekarang 158 mdpl, sehingga kondisinya tidak sama. Namun, masyarakat tetap harus mematuhi rekomendasi PVMBG,” katanya.


Ia menambahkan, sepanjang pemantauan PVMBG, Gunung Anak Krakatau belum pernah ditetapkan pada Status Level IV (Awas). Bahkan saat longsoran tubuh Gunung Anak Krakatau pada Desember 2018 yang memicu tsunami Selat Sunda, status aktivitas gunung tetap berada pada Level III (Siaga). Karena itu, masyarakat diminta tidak menafsirkan tingkat aktivitas gunung hanya berdasarkan peristiwa masa lalu, melainkan tetap mengikuti rekomendasi resmi PVMBG dan informasi pemerintah.


Pantauan di sejumlah destinasi wisata menunjukkan aktivitas pariwisata tetap berjalan normal. Di Pantai Bandulu, Abdul Malik (42), wisatawan asal Bekasi yang datang bersama rombongan sekitar 30 orang dari Universitas Pancasila mengatakan memilih perjalanan wisata ke Anyer karena telah direncanakan sekitar satu bulan sebelumnya.


“Perjalanannya menyenangkan dan suasana pantainya juga bagus. Saya lihat kondisinya masih aman, belum ada masalah apa-apa,” ujarnya.


Hal serupa disampaikan Marlian (39), warga Tajur Halang, Parung, Bogor, yang datang bersama 28 anggota komunitas senam. Meski mengetahui peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau, rombongannya tetap melaksanakan agenda wisata.


“Kami tetap berangkat karena informasinya aman. Tadi bahkan sempat naik perahu ke tengah laut dan semuanya berjalan lancar,” katanya.


Di Pantai Pandan, Carita, Jonelisa (18), pelajar asal Nabire, Papua Tengah, yang saat ini menempuh pendidikan di Tangerang, juga tetap menikmati liburan bersama dua kerabatnya.


“Saya tahu informasi Gunung Anak Krakatau dari media sosial. Tapi setelah melihat masih banyak wisatawan yang berlibur ke Carita, kami tetap datang untuk menikmati liburan,” tuturnya.


Ramainya kunjungan wisatawan juga dirasakan pelaku usaha di Pantai Bandulu. Petugas penjualan tiket dan penyewaan saung, Maria Ulfah, mengatakan hingga siang hari tercatat sekitar 10 bus rombongan dan 15 kendaraan pribadi memasuki kawasan wisata. Pada akhir pekan, jumlah kunjungan mencapai sekitar 30 hingga 50 bus serta puluhan kendaraan pribadi.


“Pengunjung tetap ramai. Penyewaan saung juga tetap berjalan seperti biasa dan sampai sekarang peningkatan status Gunung Anak Krakatau tidak berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan,” ujarnya. (Red).

Gubernur Andra Soni Apresiasi Semangat Gotong Royong Warga Cengkok Dalam Membangun Kampung

Gubernur Banten, Andra Soni Disambut Antusias Warga, Saat Menghadiri Festival Muharram Cengkok 1448 H/2026 M, Di Kampung Cengkok, Desa Sentul, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Sabtu (11/07/2026).


Gubernur Banten Andra Soni sampaikan apresiasi atas semangat gotong royong dan partisipasi warga Kampung Cengkok, Desa Sentul, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang dalam pembangunan. Pendidikan anak usia dini, taman baca, hingga usaha mikro kecil menengah (UMKM) tumbuh di kampung ini.


“Saya datang ke sini dan merasa luar biasa. Saya melihat anak-anaknya sehat, UMKM-nya berkembang, dan acaranya disiapkan dengan sangat baik,” ujar Andra SOni saat menghadiri Festival Muharram Cengkok 1448 H/2026 M yang diinisiasi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Hidayah bersama Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Cengkok Karya Mandiri, Sabtu (11/7/2026).


“Dengan semangat gotong royong, masyarakat Kampung Cengkok berhasil menghidupkan berbagai kegiatan sosial terlihat dari aktifnya pendidikan anak usia dini, taman baca, hingga pelaku UMKM yang berkembang,” tambahnya.


Andra Soni juga memuji penyelenggaraan Festival Muharram yang dinilai berlangsung tertib dan profesional meski digelar di tingkat kampung. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kemampuan membangun kegiatan berkualitas melalui kolaborasi dan partisipasi bersama.


“Hal-hal baik seperti ini harus kita duplikasi. Amati, tiru, dan modifikasi,” ucapnya.


Festival Muharram Cengkok 1448 H/2026 M, memadukan kegiatan sosial, ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik. Rangkaian acaranya meliputi khitanan massal bagi 60 anak dari Kecamatan Jayanti dan masyarakat umum, bazar puluhan UMKM lokal untuk mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat, talkshow inspiratif, Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta pelayanan perekaman KTP elektronik.



Selain mengapresiasi inisiatif masyarakat, Andra Soni turut menyampaikan sejumlah program pemerintah yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di antaranya Program Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, Program Sekolah Geratis bagi SMA, SMK dan SKh swasta, penurunan biaya penyelenggaraan ibadah haji, hingga Program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Ia juga mengapresiasi kondisi anak-anak di Kampung Cengkok yang dinilainya tumbuh sehat, percaya diri, serta memiliki kemampuan yang baik. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari kepedulian masyarakat terhadap pendidikan dan tumbuh kembang anak.


Dalam kesempatan itu, Andra Soni turut menyoroti pentingnya pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga. Menurutnya, kebiasaan memilah sampah organik dan nonorganik menjadi langkah sederhana yang dapat mencegah persoalan lingkungan di masa depan, termasuk risiko kebakaran di tempat pembuangan akhir akibat gas metana.


“Kita harus mulai memilah sampah dari rumah. Itu langkah sederhana yang dampaknya sangat besar,” ujarnya.


Menutup sambutannya, Andra kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Kampung Cengkok atas semangat kebersamaan yang telah ditunjukkan.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Haji dan Umrah RI Abdul Rahman Saputra, Staf Khusus Menteri Sosial RI Fuji Abdul Rahman, serta Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, bersama unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan ratusan warga yang memadati lokasi acara. (***)