BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Showing posts with label pemerintahan. Show all posts
Showing posts with label pemerintahan. Show all posts

Pertumbuhan Ekonomi Banten Tren Positif, Sensus Ekonomi 2026 Jadi Tolok Ukur Kebijakan Baru

Acara"Insight Forum Membedah Langkah Ekonomi Banten Dan Penganugrahan Kontributor Data 2026, Digelar Di Hotel Aston, Kota Serang, Selasa, (13/10/2026).


Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi menegaskan bahwa Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) memiliki peranan penting. Sensus ini menjadi landasan utama dalam memetakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Banten.


​Pernyataan tersebut disampaikan Sekda Deden pada acara "Insights Forum: Membedah Langkah Ekonomi Banten dan Penganugerahan Kontributor Data 2026" di Hotel Aston, Kota Serang, Selasa (13/10/2026). Dalam acara yang mengusung tema "Membedah Lanskap Ekonomi Banten Era Industri 5.0 melalui Lensa Sensus Ekonomi 2026" tersebut, Sekda Deden bersama Kepala BPS Provinsi Banten Yusniar Juliana turut menyerahkan penghargaan kepada sejumlah instansi dan pihak swasta yang berperan aktif menyukseskan SE 2026.


​Menurut Sekda Deden, hasil SE 2026 diharapkan menjadi fondasi untuk memetakan struktur dan karakteristik usaha, serta mengidentifikasi sektor-sektor unggulan. "Ini termasuk pemetaan sumber pertumbuhan ekonomi baru serta perumusan strategi transformasi ekonomi Banten yang makin produktif, inklusif, dan berkelanjutan," ujarnya.


​Ia juga menyoroti tren positif pertumbuhan ekonomi Banten yang meningkat dari 4,79 persen pada 2024 menjadi 5,37 persen pada 2025, dan mencapai 5,49 persen pada triwulan II-2026. Pencapaian ini dinilai perlu disyukuri sekaligus memicu optimisme terhadap prospek perekonomian daerah ke depan.


​"Semangat optimisme ini hendaknya senantiasa kita jaga dan perkuat melalui kolaborasi, inovasi, serta kebijakan pembangunan yang makin tepat sasaran," tambah Sekda Deden.


​Terlebih, Bank Indonesia memprakirakan ekonomi Banten pada 2026 tetap tumbuh kuat pada kisaran 5,1 hingga 5,9 persen. Oleh karena itu, optimisme ini harus diiringi upaya nyata agar pertumbuhan ekonomi membawa manfaat bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, penguatan UMKM, dan pemerataan di seluruh wilayah Banten.


​Pengembangan kawasan industri baru, investasi, dan pariwisata juga dinilai krusial untuk memacu pertumbuhan di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Banten. Lebih lanjut, Sekda Deden menilai Insights Forum ini sangat strategis untuk memperkuat sinergi dan menyamakan pemahaman mengenai arah transformasi ekonomi daerah di era Industri 5.0.


​"Masukan dan rekomendasi dari forum ini akan menjadi landasan merumuskan kebijakan serta menyusun program pembangunan daerah yang terarah, terukur, dan berbasis bukti (evidence-based policy). Yang terpenting adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah secara berkelanjutan," paparnya.


​Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Banten Yusniar Juliana mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah menyukseskan pelaksanaan SE 2026, yang kini pendataannya telah mencapai 100 persen.


​"Data ini merupakan potret menyeluruh dari kondisi perekonomian masyarakat Banten berdasarkan fakta riil yang dikumpulkan oleh petugas di lapangan," kata Yusniar.


​Yusniar menegaskan bahwa validitas data yang terverifikasi akan sangat membantu kesuksesan berbagai program Pemerintah Daerah (Pemda). Hal ini sejalan dengan tema HUT ke-26 Provinsi Banten, yakni "Banten Bergerak, Maju Berdampak".


​"Kata kuncinya adalah berdampak. Data yang kami himpun dari masyarakat harus berdampak serta menjadi tolok ukur dalam setiap pengambilan kebijakan agar benar-benar tepat sasaran," pungkasnya. (Red).

Bapperida Petakan Sumber Emisi Kota Serang, Pembangunan Rendah Karbon Diperkuat


SERANG – Pemerintah Kota Serang melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) memperkuat perencanaan pembangunan berbasis lingkungan melalui Kajian Gas Rumah Kaca (GRK) Kota Serang 2026. Kajian tersebut memetakan sumber emisi sekaligus mengidentifikasi sektor yang perlu menjadi prioritas dalam upaya menekan emisi di Kota Serang.


Kajian mencakup seluruh wilayah administratif Kota Serang seluas 266,18 kilometer persegi yang terdiri dari enam kecamatan dan 67 kelurahan. Inventarisasi dilakukan terhadap 5 sektor utama yaitu sektor energi, sektor proses industri dan penggunaan produk atau IPPU (Industrial Processes and Product Use), sektor pertanian, sektor kehutanan dan penggunaan lahan atau LULUCF (Land Use, Land-Use Change and Forestry), serta sektor limbah.


Kepala Bapperida Kota Serang W. Hari Pamungkas mengatakan kajian tersebut diperlukan untuk memberikan gambaran mengenai sumber dan besaran emisi gas rumah kaca di daerah. Hasil inventarisasi kemudian dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan program dan kebijakan pengurangan emisi.


“Melalui kajian ini, kita ingin mengidentifikasi, mengukur, dan menganalisis emisi gas rumah kaca di Kota Serang. Dari hasil tersebut kemudian dapat diketahui sumber emisi yang paling dominan dan menjadi dasar dalam menyusun rekomendasi program maupun kebijakan daerah,” ujar Hari.


Kajian menggunakan pendekatan Tier 1 dalam menginventarisasi kelima sektor emisi. Data hasil inventarisasi juga diarahkan untuk mendukung pelaporan melalui SIGN-SMART dan pemantauan aksi penurunan emisi melalui AKSARA.


Hasil inventarisasi menunjukkan total emisi GRK Kota Serang pada 2025 mencapai 4.202,37 kilo ton CO₂e. Sektor energi menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 93,5 persen, disusul pertanian 2,87 persen, kehutanan 2,23 persen dan limbah 1,41 persen.


Hari mengatakan hasil kajian tidak berhenti pada penghitungan emisi, tetapi diarahkan untuk menentukan sektor yang membutuhkan intervensi kebijakan lebih lanjut.


“Data ini menjadi penting karena pemerintah daerah tidak hanya mengetahui berapa besar emisi yang dihasilkan, tetapi juga dapat melihat sektor mana yang paling dominan sehingga intervensi penurunannya dapat diarahkan secara lebih tepat,” ujar Hari.


Ia mengatakan, peningkatan kualitas data menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan inventarisasi GRK ke depan. Kajian mencatat masih terdapat sejumlah ketidakpastian, terutama pada data konsumsi bahan bakar transportasi, aktivitas industri, tutupan lahan, pengelolaan TPA dan air limbah domestik.


“Ke depan, integrasi data antarperangkat daerah dan para stakeholder terkait perlu terus diperkuat. Dengan data yang semakin lengkap dan akurat, inventarisasi dan perencanaan penurunan emisi dapat dilakukan dengan lebih baik,” katanya.


Sementara itu, Sekretaris Bapperida Kota Serang Desi Viratinia menjelaskan, hasil inventarisasi menunjukkan transportasi menjadi kategori emisi yang paling dominan. Emisi dari sektor transportasi mencapai 3.903,12 kilo ton CO₂e atau 92,88 persen dari total inventarisasi emisi Kota Serang.


“Hasil inventarisasi menunjukkan sektor energi berupa kategori transportasi merupakan kontributor terbesar emisi GRK Kota Serang. Karena itu, sektor ini menjadi salah satu perhatian utama dalam penyusunan strategi mitigasi dan pembangunan rendah karbon,” ujar Desi.


Besarnya emisi pada kategori transportasi dalam kajian berkaitan dengan dominasi kendaraan pribadi berbahan bakar fosil, pertumbuhan kendaraan yang tinggi serta keterbatasan layanan transportasi umum. 


Karena itu, sejumlah rekomendasi diarahkan pada peningkatan efisiensi lalu lintas, penguatan angkutan umum, peningkatan efisiensi bahan bakar, pengembangan kawasan rendah emisi (low emission zone), serta secara bertahap mendorong penggunaan kendaraan rendah emisi atau kendaraan listrik.


Desi mengatakan pengendalian emisi juga tidak hanya diarahkan pada sektor transportasi. Sektor pertanian, kehutanan dan limbah turut memiliki sumber emisi yang perlu ditangani melalui kebijakan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing sektor.


“Setiap sektor memiliki sumber dan karakteristik emisi yang berbeda. Karena itu, langkah mitigasi perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing sektor, mulai dari pengelolaan transportasi, limbah, penguatan praktik pertanian rendah emisi, maupun perlindungan dan peningkatan ruang terbuka hijau,,” katanya.


Untuk sektor limbah, kajian merekomendasikan penguatan pengelolaan sampah melalui pengembangan TPS3R, bank sampah, pengomposan, serta pengelolaan air limbah domestik melalui IPAL komunal. 


Sementara pada sektor kehutanan dan penggunaan lahan, upaya mitigasi diarahkan pada perlindungan ruang terbuka hijau, penanaman pohon, rehabilitasi sempadan sungai, pengembangan hutan kota dan koridor hijau.


Kajian GRK Kota Serang 2026 selanjutnya menjadi salah satu pijakan Bapperida dalam menghubungkan data lingkungan dengan arah perencanaan pembangunan. Penguatan integrasi data antarperangkat daerah dan peningkatan kualitas inventarisasi diharapkan membuat kebijakan penurunan emisi semakin terukur dan tepat sasaran. (Adv)

Sekda Banten Ajak ASN Hidup Sehat dan Peduli Sesama Lewat Gemilang Korpri Night Run 2026

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi, Menyapa Ribuan Peserta Yang Mengikuti Ajang Gemilang Korpri Night Run 2026, Di Gading Serpong, Tangerang, Sabtu Malam, (10/10/2026).


Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menerapkan pola hidup sehat sekaligus meningkatkan kepedulian antarsesama. Pesan tersebut disampaikan Deden usai mendampingi Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI Zudan Arif Fakhrullah membuka ajang Gemilang Korpri Night Run 2026 di Gading Serpong, Tangerang, Sabtu (10/10/2026) malam.


​Kegiatan yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat ini diikuti oleh ribuan peserta. Mereka terbagi ke dalam lima kategori, yakni ASN, TNI, Polri, masyarakat umum, dan pelajar. Turut hadir Bupati Tangerang Maesyal Rasyid selaku tuan rumah dan Sekda Kabupaten Tangerang Soma Atmaja sebagai panitia pelaksana.


​Menurut Sekda Deden, Gemilang Korpri Night Run 2026 merupakan cerminan semangat ASN untuk terus bergerak dan menjaga kebugaran tubuh. Dengan tubuh yang sehat, semangat melayani dan mengabdi kepada masyarakat dinilai akan lebih maksimal tanpa mengenal waktu.


​"Kita ingin membangun ASN yang sehat, tangguh, dan solid," ujar Deden.


​Selain itu, ajang olahraga ini juga mengusung misi kemanusiaan melalui aksi amal bagi masyarakat yang terdampak bencana. Hal ini menandakan bahwa Korpri tidak hanya berfokus pada jalannya roda pemerintahan, tetapi juga membawa kepedulian dan harapan bagi sesama.


​"Meski pesertanya berasal dari berbagai daerah, di tempat ini kita memiliki tujuan yang sama, yakni mengabdi untuk Indonesia," tuturnya.


​Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional Zudan Arif Fakhrullah mengajak seluruh ASN untuk terus menjaga kekompakan, khususnya demi kemajuan wilayah Kabupaten Tangerang. Ia menyebutkan, ASN merupakan motor penggerak terbaik pemerintah dengan jumlah mencapai sekitar tujuh juta orang di seluruh Indonesia.


​"Kalau kita kompak, insyaallah Indonesia akan cepat maju. Mari kita majukan Indonesia mulai dari Kabupaten Tangerang," papar Zudan.


​Sementara itu, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menambahkan, Gemilang Korpri Night Run 2026 digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-394 Kabupaten Tangerang sekaligus HUT ke-26 Provinsi Banten. Ia menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat yang dinilai sangat luar biasa.


​Menurutnya, antusiasme tersebut menjadi sinyal positif bagi pergerakan ekonomi masyarakat di Kabupaten Tangerang.


​"Kegiatan ini melengkapi rangkaian peringatan HUT Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten. Semoga para pelaku UMKM semakin hidup, serta sektor kuliner hingga perhotelan juga ikut tumbuh," pungkasnya. (Red).

Apresiasi Karya Kreatif Banten, Gubernur Banten Andra Soni Targetkan UMKM dan Wastra Lokal Bersaing di Kancah Global

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni Hadiri Acara Peragaan Busanan (Fashion Show) Karya Kreatif Banten Yang Digelar Oleh Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten.


Gubernur Banten Andra Soni, menyatakan bahwa gelaran Karya Kreatif Banten secara efektif mampu mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Provinsi Banten untuk naik kelas. Kegiatan ini dinilai sukses mengkurasi produk UMKM agar mampu bersaing dan tampil di panggung provinsi, nasional, bahkan internasional.


​“Kami mengapresiasi kegiatan Karya Kreatif Banten yang alhamdulillah rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten. Ini adalah salah satu upaya mengkurasi UMKM kita agar bisa tampil di ajang bergengsi seperti ini,” ungkap Gubernur Andra Soni usai menyaksikan peragaan busana (fashion show) Karya Kreatif Banten di Bintaro Jaya Xchange Mall, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (10/10/2026).


​Menurut Gubernur Andra Soni, ragam karya desain yang dipamerkan sangat menarik, terutama inovasi wastra tenun Baduy yang dikembangkan oleh para pelaku usaha. “Niat baik dari acara ini adalah bagaimana UMKM kita bisa naik kelas sekaligus mendukung pariwisata daerah, dengan menjadikan tenun Baduy sebagai ikon,” tambahnya.


​Hal senada disampaikan oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni. Ia turut mengapresiasi perhelatan tersebut sebagai wadah unjuk gigi bagi talenta lokal.


​“Saya ikut serta dalam rangka memperkenalkan karya para desainer muda Banten. Banyak desainer muda kita yang kini turut menjadi aset daerah,” ujar Tinawati.


​Ia menegaskan, tenun Baduy merupakan salah satu kekayaan Provinsi Banten yang harus terus dilestarikan dan diperkenalkan. Ia berharap wastra khas ini semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. “Tadi banyak juga karya adibusana yang potensial untuk kita bawa ke mancanegara,” katanya.


​Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Sofwan Kurnia, menjelaskan bahwa kegiatan Karya Kreatif Banten rutin diselenggarakan dari tahun ke tahun melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah. Fokus utamanya adalah mendorong wastra Banten yang memiliki kekhasan etnik, seperti tenun Baduy, agar semakin menembus pasar global.


​“Tenun Baduy kini digandrungi oleh para eksekutif muda maupun senior karena tampilannya yang keren. Siapa pun bisa mengenakan wastra Banten, terutama tenun Baduy,” tutur Sofwan.


​Sebagai informasi, peragaan busana dalam gelaran tersebut menampilkan beragam karya desain pakaian, tas, topi, dan aksesori berbahan dasar tenun Baduy, teknik cetak ramah lingkungan (ecoprint), batik, hingga rajut. Di lokasi yang sama, dipamerkan pula berbagai produk unggulan UMKM Provinsi Banten lainnya, mulai dari jajanan pasar, produk herbal, kopi, hingga kerajinan khas daerah. (Red).

Banten CorpU Resmi Meluncur, Dorong ASN Lebih Inovatif dan Kolaboratif


Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten resmi meluncurkan Banten Corporate University (Banten CorpU) bersamaan dengan penutupan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVI Tahun 2026. Program ini dirancang sebagai ekosistem pembelajaran untuk mempercepat transformasi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintahan.


​Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi, menyatakan peluncuran ini menjadi momentum penting dalam pembangunan aparatur dan reformasi birokrasi di Pemprov Banten.


​"Banten CorpU menjadi penguat ekosistem organisasi pembelajar yang mendorong aparatur untuk terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi. Tujuannya adalah mewujudkan transformasi budaya kerja dari hierarkis-administratif menjadi birokrasi yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis kinerja," ujar Sekda Deden di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Banten, Kabupaten Pandeglang, Jumat (9/10/26).


​Deden menjelaskan, sistem pembelajaran ini memastikan pengembangan kompetensi ASN selaras dengan tujuan pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa setiap program pembelajaran harus relevan dengan kebutuhan organisasi, prioritas pembangunan daerah, serta mampu menjadi solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat demi peningkatan kualitas pelayanan publik.


​Dalam kesempatan tersebut, Sekda Deden juga menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Administrasi Negara (LAN) atas sinergi dalam pembinaan kompetensi aparatur, serta kepada BPSDMD Provinsi Banten dan Tim Percepatan Pembentukan Banten CorpU yang telah merealisasikan program tersebut. Ia berharap ekosistem ini mampu melahirkan aparatur yang kompeten dan berintegritas.


​Sementara itu, Kepala LAN, Muhammad Taufik, menekankan bahwa corporate university harus memberikan dampak nyata terhadap pencapaian visi, misi, dan program strategis pemerintah daerah. Menurutnya, sistem ini adalah sarana untuk menerjemahkan program strategis daerah ke dalam proses pembelajaran aparatur secara praktis.


​"Terutama melalui Learning Organization Management System (LOMS) sebagai fondasi tata kelola pembelajaran dan Learning Organization Maturity Index (LOMI) sebagai instrumen kematangan organisasi. Ini merupakan langkah strategis dalam membangun budaya belajar yang berkelanjutan pada Pemprov Banten,” pungkas Taufik. (Red).

APBD Perubahan 2026 Disetujui, Gubernur Banten Andra Soni Fokus Pencapaian RPJMD

Gubernur Banten Andra Soni, Memaparkan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026, Difokuskan Mencapar Taeget Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).


Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2026 difokuskan untuk mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjalankan amanat masyarakat.


​"Landasannya adalah RPJMD. Capaian-capaian RPJMD ini merupakan janji atau amanat masyarakat melalui DPRD yang diberikan kepada pemerintah,” kata Andra Soni seusai menghadiri Rapat Paripurna Persetujuan DPRD terhadap Raperda Perubahan APBD Provinsi Banten di Gedung DPRD Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Selasa (29/9/2026).


​Setelah mendapat persetujuan legislatif, Gubernur Andra Soni menyebutkan Pemerintah Provinsi Banten akan segera menyerahkan draf rancangan tersebut ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk dievaluasi. Ia memastikan pelaksanaannya kelak akan mengutamakan program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.


​Senada dengan hal tersebut, Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim menyatakan, APBD Perubahan 2026 diarahkan untuk melanjutkan program prioritas yang berpihak pada kepentingan publik.


​“Kami berharap setelah penetapan ini, Gubernur bisa segera berkonsolidasi dengan Kemendagri untuk tahapan evaluasi. Selanjutnya, dalam waktu tiga bulan ke depan, dengan dukungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat, pemerintah diharapkan dapat menuntaskan seluruh program prioritas,” ucap Fahmi.


​Sebagai informasi, berdasarkan laporan Badan Anggaran DPRD Provinsi Banten yang dibacakan oleh Mohammad Bahri, total proyeksi pendapatan daerah pada APBD Perubahan 2026 disepakati sebesar Rp9,750 triliun.


​Rincian proyeksi tersebut meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp7,114 triliun, yang ditopang oleh sektor pajak senilai Rp6,479 triliun, retribusi daerah Rp361,212 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp46,8 miliar, serta lain-lain PAD yang sah Rp226,76 miliar. Selain itu, postur anggaran juga ditunjang oleh pendapatan transfer sebesar Rp2,597 triliun dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp8,457 miliar.

(Red).

Pelantikan MPDN dan Notaris Pengganti, Kemenkum Banten Tekankan Tanggung Jawab dan Integritas

Pengambilan Sumpah Dan Pelantikan Notaris Pengganti Serta Penganti Paruh Waktu (PAW) Anggota Majelis Pengawas Daerah Notaris (MPDN) Di Wilayah Kerja Provinsi Banten, Senin, (28/09/2026).


SERANG – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Banten menggelar pengambilan sumpah dan pelantikan Notaris Pengganti serta Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota Majelis Pengawas Daerah Notaris (MPDN) di wilayah kerja Provinsi Banten, Senin (28/9/2026), bertempat di Bale Soepomo Kanwil Kemenkum Banten.


Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Banten, Pagar Butar Butar, mengucapkan selamat kepada para pejabat yang dilantik sekaligus mengingatkan pentingnya menjalankan amanah dan tanggung jawab sesuai ketentuan.


Kepada PAW Anggota MPDN Kabupaten Tangerang, Pagar menegaskan bahwa setelah mengucapkan sumpah, tugas utama yang harus dijalankan adalah melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap Notaris untuk dan atas nama Menteri Hukum Republik Indonesia.


“Setelah mengucapkan sumpah pada hari ini, saudara wajib menjalankan tugas sebagai Majelis Pengawas Daerah Notaris untuk melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap Notaris untuk dan atas nama Menteri Hukum Republik Indonesia,” ujar Pagar.


Sementara kepada Notaris Pengganti, Pagar menyampaikan bahwa keberadaan Notaris Pengganti bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat dalam pembuatan akta. Karena itu, Notaris Pengganti dituntut untuk menjalankan tugas secara amanah, jujur, saksama, mandiri, tidak berpihak, serta menjaga kepentingan para pihak yang berkaitan dengan perbuatan hukum.


Pagar juga mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip kehati-hatian dalam proses pembuatan akta autentik. Hal tersebut diperlukan mengingat permasalahan hukum dapat muncul ketika terdapat pihak yang memberikan surat atau keterangan palsu ke dalam akta yang dibuat oleh Notaris maupun Notaris Pengganti.


“Prinsip kehati-hatian sangat penting dalam proses pembuatan akta autentik. Notaris maupun Notaris Pengganti harus memastikan setiap proses dilakukan sesuai ketentuan dan tidak mengabaikan kepentingan serta hak para pihak,” lanjutnya.


Pelantikan tersebut diharapkan semakin memperkuat pelaksanaan pembinaan dan pengawasan terhadap Notaris sekaligus memastikan pelayanan kenotariatan kepada masyarakat berjalan profesional, berintegritas, dan memberikan kepastian hukum.


Turut hadir Kepala Divisi Pelayanan Hukum Picesco Andika Tulus, Plt. Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan Tanti Fristianti, serta jajaran Kanwil Kemenkum Banten. (Red).

Satukan Langkah Lawan Narkoba, Kemenkum Banten Dorong Penguatan Regulasi P4GN di Banten

Rapat Tim Terpadu Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, Dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Provinsi Banten, Yang Digelar Di Ruang Rapat Badan Kesbangpol Provinsi Banten, Senin, (28/09/2026).


SERANG– Upaya memperkuat pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di Provinsi Banten terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut dibahas dalam Rapat Tim Terpadu Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Provinsi Banten Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Badan Kesbangpol Provinsi Banten, Senin (28/9/2026).


Rapat dihadiri Kepala BNN Provinsi Banten, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Banten Pagar Butar Butar, Plt. Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum Kemenkum Banten Tanti Fristianti, Direktur Narkoba Polda Banten, Kepala BIN Daerah Banten, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, serta unsur Forkopimda.


Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Banten Novriyadi Purwansyah saat membuka rapat menyampaikan bahwa pembentukan Tim Terpadu P4GN menjadi langkah penting untuk menghasilkan upaya yang konkret dan terukur. Penguatan edukasi mengenai bahaya narkoba kepada masyarakat juga dinilai perlu terus dilakukan secara bersama-sama.


Dalam forum tersebut, masing-masing unsur menyampaikan dukungan dan langkah yang dapat dilakukan sesuai dengan tugas dan kewenangannya. Kemenkum Banten turut memberikan gambaran mengenai lanskap regulasi P4GN di wilayah Provinsi Banten melalui paparan yang disampaikan Tanti Fristianti.


Dalam paparannya, Tanti memetakan regulasi P4GN pada kabupaten/kota di Banten. Hasil inventarisasi menunjukkan adanya perbedaan status regulasi antardaerah, meskipun memiliki arah kebijakan yang sama. Sejumlah daerah telah memiliki Perda khusus P4GN, antara lain Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, dan Kota Serang. Sementara Kabupaten Pandeglang dan Kota Cilegon mengatur substansi terkait narkotika secara gabungan dalam regulasi daerah. 


Kemenkum Banten juga mencatat Kabupaten Lebak telah mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah P4GN pada 2025, sedangkan Kabupaten Serang dalam bahan paparan disebut belum memiliki Perda khusus P4GN. Kondisi tersebut menjadi bagian penting dalam melihat pemerataan implementasi kebijakan P4GN di seluruh wilayah Banten. 


Melalui forum Tim Terpadu P4GN, sinergi antarlembaga diharapkan tidak berhenti pada koordinasi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata dan terukur dalam mencegah penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di Provinsi Banten. (Red).

Lestarikan Kearifan Lokal, Gubernur Banten Andra Soni Serap Aspirasi Nelayan di Tasyakuran Laut Sidamukti

Gubernur Banten, Andra Soni Menyerahkan Berbagai Bantuan Kepada Nelayan Guna Mendukung Peningkatkan Produktivitas Dan Keselamatan Kerja Para Nelayan Pesisir.


Gubernur Banten Andra Soni, menegaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian penuh pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para nelayan. Berbagai program prioritas terus diarahkan agar taraf hidup dan martabat kelompok nelayan semakin terangkat.


​"Insyaallah, Presiden Prabowo Subianto fokus pada kesejahteraan masyarakat," ungkap Gubernur Andra  saat menghadiri tradisi Tasyakuran Laut di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sidamukti, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Senin (28/9/2026).


​Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Andra  memaparkan sejumlah inisiatif pemerintah untuk nelayan, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kampung Nelayan Merah Putih, bantuan premi asuransi kecelakaan kerja, jaminan BPJS Kesehatan, hingga penyediaan alat pelacak posisi kapal.


​Selain memaparkan program, Gubernur Andra juga menyerap langsung masukan dari para nelayan setempat. “Tadi juga ada aspirasi terkait perbaikan dermaga dan penanganan pendangkalan muara,” ucapnya.


​Kehadiran Gubernur Banten ini sekaligus untuk mengapresiasi pelaksanaan Tasyakuran Laut oleh masyarakat pesisir Sidamukti. Baginya, tradisi ini bukan sekadar wujud syukur, melainkan kearifan lokal untuk menjaga budaya sekaligus mempererat tali silaturahmi.


​Menurut Gubernur Andra, warga Sidamukti sangat teguh menjaga tradisi leluhur tersebut. Hal ini terlihat dari tingginya antusiasme masyarakat dan nelayan yang hadir, bahkan dari wilayah Labuan dan Panimbang.


​"Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi yang sangat baik bagi masyarakat," tambah Gubernur Andra.


​Pada momen tersebut, Gubernur Andra juga menyerahkan berbagai bantuan guna mendukung peningkatan produktivitas dan keselamatan kerja para nelayan pesisir.


​Salah satu penerima bantuan premi asuransi BPJS Ketenagakerjaan, Tadi Rustadi (35), mengaku bersyukur atas perhatian dari pemerintah daerah. Ia merasa jaminan keselamatan tersebut sangat membantunya dalam mencari nafkah.


​“Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan membuat kami lebih tenang saat bekerja di laut,” ungkap Tadi.


​Nelayan yang sehari-hari mencari ikan hingga ke perairan Pulau Panaitan ini juga menuturkan bahwa hasil tangkapan biasanya akan meningkat setelah digelarnya Tasyakuran Laut.


​"Tasyakuran atau pesta laut ini biasanya diadakan dua tahun sekali, bergantian dengan Desa Panimbang. Kebanyakan ikan tangkapan kami berupa ikan bentong, kembung banjar, dan cumi-cumi. Hasilnya kemudian dikirim ke Muara Baru serta Muara Angke di Jakarta,” tuturnya. (Red).

Hadir di Kriyanusa 2026, Tinawati Ingin Produk Industri Kecil Menengah Banten Semakin Dikenal

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni, Menghadiri Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni menghadiri Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026. Di sana, ia ingin produk-produk asal Banten dikenal di Nusantara dengan aneka kekayaan kerajinannya. 


"Hari ini saya senang dan bangga bisa hadir dan mengikuti pembukaan Kriyanusa 2026. Mudah-mudahan diikuti dengan semangat penjualan, kemudian saling memperkenalkan kekayaan daerah masing-masing terutama Provinsi Banten," kata Tinawati di Jakarta Convention Center (JCC), Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta. Sabtu (26/9/2026).


Kebijakan efisiensi yang diterapkan seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) tidak mengurangi esensi kehadiran Dekranasda. Di acara ini hadir para pemangku kepentingan yang peduli pada Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usama Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar naik kelas dan memperluas pangsa pasar secara global. 


"Sehingga kerajinan khususnya di Provinsi Banten diharapkan bisa semakin dikenal di tingkat nasional namun juga di tingkat dunia," ujarnya. 


Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten Iwan Hermawan mengatakan, Kriyanusa 2026 menampilkan desain dengan nuansa lokal yang bahan baku produk-produknya adalah unggulan Banten.


"Alhamdulillah, Kriyanusa merupakan sarana bagi kita untuk mempromosikan, memasarkan, bahkan menjalin kemitraan sesama Industri Kecil Menengah (IKM)," ujarnya. 


Sebagai informasi, pada pameran Kriyanusa 2026 ini, Dekranasda Provinsi Banten menampilkan produk IKM unggulan. Antara lain Fastershop atau kerajinan berbahan tas goni yang dimodifikasi dengan rajut, tenun, bordir dan batik dari Kota Tangerang. Nikhol Gallery, dengan produk fashion etnik wastra Banten yang sudah ekspor ke Rusia, Hong Kong, Turki, Filipina, Malaysia. Terakhir adalah Magicstone, aksesori dari batu alam, mutiara dan tas rajut yang dipadu dengan batu alam. (Red).

Pesan Wagub Banten di Masjid Al-Azhom: Hati Bersih adalah Kunci Ketenangan Hidup

Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah Memberikan Sambutan Saat Menghadiri Acara Cahaya Hati Cahaya Indonesia, Yang Berlangsung Di Masjid Raya Al-Azhom, Kota Tangerang, Sabtu Malam, (26/09/2026).


Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah hadir pada kegiatan Cahaya Hati Cahaya Indonesia edisi "Doa untuk Bangsa" di Masjid Raya Al-Azhom, Kota Tangerang, Sabtu (26/9/2026) malam. Kegiatan keagamaan ini turut diisi dengan tausiah oleh Ustaz Derry Sulaiman, Habib Abdullah bin Ja’far Assegaf, dan Abi Amir Faishol Fath.


​Dalam kesempatan tersebut, Wagub Dimyati menyampaikan bahwa cahaya hati tidak hanya tercermin dari sikap dan perkataan, tetapi berawal dari kedekatan seseorang kepada Allah. Menurutnya, hati yang bersih akan membantu seseorang menjaga ketenangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.


​“Cahaya hati bukan hanya dari sikap dan kata-kata, melainkan bagaimana kita dekat dengan Allah. Dengan hati yang bersih, kita dapat menjaga ketenangan,” ungkap Wagub Dimyati.


​Lebih lanjut, Wagub Dimyati menjelaskan bahwa hati yang bercahaya akan membentengi seseorang dari sifat-sifat negatif, seperti mudah mengeluh, marah, maupun membanding-bandingkan diri dengan orang lain.


​“Untuk menghindari hal-hal tersebut, kita harus memiliki hati yang baik dan bersih. Oleh karena itu, kita membutuhkan cahaya hati,” katanya.


​Ia juga mengingatkan kepada para jemaah yang hadir bahwa kehidupan dunia pada hakikatnya merupakan ujian dan permainan yang sementara. Jabatan, harta, dan takhta merupakan titipan yang pada waktunya akan ditinggalkan.


​Menurut Wagub Dimyati, bekal utama yang sesungguhnya adalah amal saleh, ilmu yang bermanfaat, serta berbagai kebaikan yang ditebarkan selama hidup di dunia.


​“Jabatan, harta, dan takhta itu semua hanya titipan dan tidak kekal. Yang kekal bagi kita adalah amal saleh, ilmu yang bermanfaat, dan kebaikan yang kita lakukan,” tuturnya.


​Di akhir sambutannya, Wagub Dimyati menilai bahwa kegiatan keagamaan seperti Cahaya Hati Cahaya Indonesia memiliki peran krusial dalam meningkatkan pemahaman spiritual sekaligus membangun karakter generasi muda. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi dorongan untuk menciptakan generasi muda Banten yang unggul.


​“Kita sebagai pemimpin Banten dan pemimpin bangsa harus bisa menjadikan anak-anak kita generasi yang hebat, saleh dan salihah, cerdas, serta bermanfaat bagi masyarakat luas,” tutupnya. (Red).

Dilantik Jadi Ketua HKTI Banten, Andra Soni Jadikan Kawasan Sitandu Laboratorium Pertanian

Gubernur Banten Andra Soni, Yang Dilantik Sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Banten, Periode 2026-2031, Menyerahkan Piagam Penghargaan, Pada Peringatan Hari Tani Nasional 2026.


Gubernur Banten Andra Soni resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Banten periode 2026–2031. Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan peringatan Hari Tani Nasional 2026 di Kawasan Sistem Pertanian Terpadu (Sitandu) Provinsi Banten, Kota Serang, Sabtu (26/9/2026).


​Sebagai ketua baru yang terpilih melalui Musyawarah Daerah (Musda) HKTI Banten, Andra menegaskan komitmennya untuk mendorong kemajuan sektor pertanian. Ia menyebut, keberadaan HKTI harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan para petani.


​"Saya sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, khususnya para insan pertanian," ungkap Andra Soni.


​Sebagai Gubernur, Andra Soni menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten telah menjalankan sejumlah program strategis yang bersinggungan langsung dengan sektor pertanian. Salah satunya adalah pembangunan Jalan Usaha Tani yang bertujuan meningkatkan konektivitas, serta menekan biaya produksi dan distribusi hasil panen.


​Selain itu, Pemprov Banten juga tengah menggencarkan program Bang Andra (Bangun Jalan Desa Sejahtera). Sepanjang tahun pertama pelaksanaannya, program ini telah merampungkan 61 ruas jalan desa.


​"Dampaknya, alhamdulillah, nilai tukar petani kita mengalami peningkatan," tuturnya.


​Lebih lanjut, Gubernur Andra menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur perdesaan akan terus berlanjut pada 2026. Hal ini merupakan wujud nyata dukungan Pemprov Banten terhadap pemerataan ekonomi yang dimulai dari desa.


​"Desa adalah tempat kita berasal dan lokasi utama produksi. Apa yang kita konsumsi sehari-hari tumbuh dan dirawat oleh petani di desa," imbuhnya.


​Terkait peranan HKTI, Gubernur Andra berencana mengarahkan Kawasan Sitandu seluas 20 hektare sebagai laboratorium pertanian sekaligus ruang inovasi budi daya.


​"Kawasan ini bisa kita jadikan laboratorium. Banyak insan tani kita yang mampu memproduksi pupuk dan mempraktikkan berbagai metode tanam, semuanya bisa diuji coba di sini," katanya.


​Andra berharap, kepengurusan HKTI yang baru dapat menjadi wadah solid untuk memajukan petani. "Meskipun pengurus tidak semuanya berlatar belakang petani murni, kami berkomitmen kuat mendukung petani Banten agar semakin makmur dan sejahtera," tegasnya.


​Sementara itu, Ketua Umum HKTI Sudaryono yang turut hadir dalam pelantikan tersebut mengapresiasi potensi besar pertanian di Banten. Ia menilai, tren produktivitas pertanian Banten terus menunjukkan peningkatan dan berhasil membuka banyak lapangan pekerjaan baru.


​"Banten adalah wilayah yang secara pertanian sangat potensial. Kita bisa melihat, selama sahabat saya, Pak Andra Soni, menjadi gubernur, produktivitas dan peringkat pertanian di Banten terus naik," ujar Sudaryono.


​Sudaryono juga menyoroti pentingnya peningkatan produksi komoditas pangan—seperti beras, jagung, tebu, sayuran, dan buah-buahan—untuk mendukung swasembada nasional. Ia menyebut, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah memberikan kepastian penyerapan pasar (off-take) bagi hasil panen petani lokal.


​"Adanya jaminan off-take (jual beli, red) melalui program MBG memberikan efek langsung terhadap perputaran ekonomi di desa-desa," paparnya.


​Ia meyakini, program yang dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut mampu memicu lonjakan produktivitas berbagai komoditas pertanian dan peternakan di Banten.


"Sinergi BGN dengan program MBG-nya ini akan menjadi pemicu utama meningkatnya produktivitas pertanian kita," pungkas Sudaryono. (Red).

Pemprov Banten Antarkan Pemakaman Surakman Korban Hilang di Selat Sunda

Prosesi Salat Jenazah Kru Kapal Yang Menjadi Korban Insiden Laut Dalam Perjalanan Menuju Gunung Anak Krakatau Di Selat Sunda, Berlangsung Di Masjid Agung Al Khusaeni, Kamis (24/09/2026).


Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi keluarga Surakman, salah satu kru kapal yang menjadi korban insiden laut dalam perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.


​Mewakili Gubernur Banten, Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setda Provinsi Banten Arif Agus Rakhman, turut menghadiri prosesi salat jenazah hingga pemakaman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ki Demang, Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (24/9/2026).


​"Kami atas nama Pemprov Banten menyampaikan turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga. Kami akan terus melakukan pendampingan dan berkomunikasi intensif dengan keluarga," kata Arif.


​Arif menambahkan, Pemprov Banten terus berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, dan unsur terkait lainnya. Ia menegaskan, setiap perkembangan informasi di lapangan akan langsung diteruskan kepada pihak keluarga.


​“Informasi sekecil apa pun yang kami terima akan kami komunikasikan kepada keluarga,” ujarnya.


​Turut hadir dalam prosesi tersebut, Kapolres Pandeglang AKBP Sonny Harsono. Kehadiran jajaran kepolisian dan pemerintah daerah ini merupakan wujud nyata pendampingan moril terhadap keluarga korban hingga proses pemakaman selesai.


​Berdasarkan pantauan, jenazah Surakman tiba di Masjid Agung Al Khusaeni sekitar pukul 10.45 WIB menggunakan ambulans. Suasana haru menyelimuti warga dan kerabat yang telah berkumpul sejak pagi untuk menyambut kedatangan jenazah.


​Setelah disalatkan, jenazah langsung dibawa ke TPU Ki Demang yang berlokasi tidak jauh dari masjid untuk dikebumikan. Arif bersama jajaran kepolisian dan masyarakat turut mengantarkan jenazah hingga ke tempat peristirahatan terakhir.


​Sebagai informasi, jenazah Surakman sebelumnya ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu. Setelah melalui proses identifikasi, jenazah dipulangkan ke Banten atas permintaan keluarga.


​Surakman merupakan satu dari delapan orang yang dilaporkan hilang saat berlayar menuju Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026 lalu. Rombongan tersebut terdiri atas lima jurnalis, dua kru kapal, dan satu orang pemandu. (Red).

Doa dari Carita: Gubernur Banten Andra Soni Berharap 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Ditemukan Selamat

Gubernur Banten Andra Soni, Mendengar Pemaparan Dari Kepala Kantor Pencarian Dan Penolongan (SAR) Banten, AI Amrad, Mengenai Hasil Pencarian Di Hari Kedua.


Gubernur Banten Andra Soni, menggelar doa bersama para jurnalis, tim SAR gabungan, dan relawan di Posko SAR Gabungan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Rabu (9/9/2026) malam. Kegiatan ini ditujukan untuk mendoakan keselamatan lima jurnalis dan tiga kru speedboat (kapal cepat) yang hilang kontak saat berlayar menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.


​Dalam kunjungannya, Gubernur Andra turut memantau langsung perkembangan operasi pencarian dan berdialog dengan tim SAR. Ia mendengarkan paparan dari Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten, Al Amrad, mengenai hasil penyisiran hingga hari kedua operasi.


​Gubernur Andra menyampaikan keprihatinan mendalam dan berharap seluruh rombongan segera ditemukan dalam kondisi selamat.


​“Kita sama-sama berdoa agar kawan-kawan kita, sahabat-sahabat kita, bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat. Kita percayakan kepada ahlinya untuk SAR rescue. Insya Allah, Pemerintah Provinsi Banten akan memberikan support penuh atas apa yang bisa kami bantu,” ujar Gubernur Andra Soni.


​Sementara itu, Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa pencarian gabungan dilakukan dengan membagi wilayah operasi menjadi tujuh sektor. Sebanyak sembilan alat utama (alut) sistem keselamatan dikerahkan, melibatkan unsur dari Kantor SAR Banten, Kantor SAR Lampung, TNI Angkatan Laut, dan Polairud Polda Banten.


​Sejumlah kapal dan Rigid Inflatable Boat (RIB) telah disebar untuk mengelilingi kawasan Gunung Anak Krakatau. Penyisiran difokuskan pada sektor tenggara, barat laut, barat daya, dan timur, hingga merambah perairan Krakatau serta wilayah sekitar Pulau Sebesi.


​“Posisi Anak Krakatau sudah kami kelilingi. Kalau ditarik dengan radius, jangkauannya kurang lebih mencapai 15 hingga 20 nautical mile (mil laut),” papar Al Amrad.


​Meski demikian, hingga Rabu malam tim gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan rombongan. Kondisi gelombang laut yang bervariasi serta aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.


​Al Amrad menegaskan, kendala tersebut tidak akan menghentikan proses pencarian. Tim telah memetakan posisi kapal dan alat pencarian agar operasi tetap berjalan maksimal.


​“Tim juga sempat menggunakan drone (pesawat nirawak) untuk membantu pemantauan dari sekitar Pulau Sebesi, tetapi hasilnya masih nihil,” pungkasnya. (Red).

19 Hakim MTQ Nasional Berasal dari Banten, Gubernur Andra Soni Sampaikan Rasa Bangga

Gubernur Banten Andra Soni, Menerima Kunjungan Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Banten, Beserta Rombongan Dewan Hakim, Di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang.


Gubernur Banten Andra Soni, mengapresiasi dan mengaku bangga atas terpilihnya 19 putra-putri terbaik daerah sebagai Dewan Hakim pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah. Kebanggaan tersebut semakin bertambah karena tokoh asal Banten, Prof. Syibli Syarjaya, dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Hakim.


​Hal itu disampaikan Gubernur Andra soni saat menerima kunjungan pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Banten dan rombongan Dewan Hakim di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Senin (7/9/2026).


​"Alhamdulillah, orang Banten dipercaya menjadi Dewan Hakim MTQ Nasional. Kita mengapresiasi dan bangga ada 19 warga Banten yang terlibat, bahkan Ketua Dewan Hakimnya adalah tokoh kita, Profesor Syibli," ungkap Gubernur Andra.


​Gubernur Andra Soni berharap seluruh kafilah dan Dewan Hakim asal Banten dapat menjalankan tugas dengan maksimal, serta terus menjaga nama baik daerah selama perhelatan berlangsung. Ia juga menjadikan momentum ini sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan LPTQ Banten ke depannya.


​Menurutnya, pembinaan membaca kitab suci memiliki esensi yang jauh lebih besar daripada sekadar meraih prestasi dalam ajang kompetisi.


​"LPTQ bukan hanya soal ajang MTQ. Tujuan utama kita adalah bagaimana keimanan dan ketakwaan yang berlandaskan Al-Qur'an dapat diimplementasikan dalam sendi-sendi kehidupan sehari-hari masyarakat Banten," tegas Gubernur Andra Soni.


​Sementara itu, Ketua Dewan Hakim MTQ Nasional XXXI, Prof. Syibli Syarjaya, menyatakan bahwa kepercayaan yang diberikan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menyebutkan, para hakim asal Banten yang bertugas di tingkat nasional ini telah memiliki rekam jejak dan pengalaman yang mumpuni.


​"Sebagian besar dari mereka sering menjadi Dewan Hakim di MTQ tingkat Provinsi Banten. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas di tingkat nasional," jelas Prof. Syibli.


​Sebagai informasi, rombongan Dewan Hakim dan kafilah Provinsi Banten dijadwalkan bertolak ke Semarang pada Jumat, 11 September 2026. Rangkaian perhelatan MTQ Nasional XXXI akan dibuka pada 12 September malam dan berlangsung hingga 20 September 2026. (Red).

Pemerintah Provinsi Banten Terapkan PJJ di Seluruh Satuan Pendidikan Selama 3 Hari


Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten mengalihkan sementara aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kebijakan ini berlaku selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (7 s.d 9 September 2026).


Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Dindikbud Nomor: T-400.3.1/4237/Dindikbud/2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai Langkah Kesiapsiagaan Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau di Lingkungan Satuan Pendidikan.


Selain itu, Dindikbud Provinsi Banten juga mengeluarkan Surat Nomor T-400.3.1/ 4238 /DINDIKBUD/2026 perihal Himbauan Pelaksanaan PJJ kepada Bupati/Wali Kota dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Se-Provinsi Banten untuk seluruh Satuan Pendidikan jenjang PAUD/TK, SD, SMP Negeri dan Swasta di seluruh wilayah Provinsi Banten.


​Langkah ini diambil menyusul aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang mengalami erupsi dan berstatus Level III (Siaga) per Minggu (6/9/2026). Akibatnya, sebaran abu vulkanik mulai berdampak pada kualitas udara di sejumlah wilayah.


Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, dirinya sudah melakukan koordinasi kepada seluruh Kabupaten/Kota untuk melaksanakan PJJ pada setiap satuan pendidikan yang menjadi kewenangan masing-masing. Hal itu penting dilakukan untuk memastikan keselamatam dan kesehatan masyarakat.


"Kita sudah berkoordinasi untuk dilakukan PJJ selama tiga hari," katanya.


Selain itu, Andra Soni juga sudah memerintahkan kepada seluruh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten untuk saling berkoordinasi menyalurkan bantuan masker kepada masyarakat. 


​Kepala Dindikbud Provinsi Banten, Jamaluddin, mengatakan PJJ diterapkan untuk memastikan kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan seluruh warga sekolah. Hal ini sekaligus menjadi tindak lanjut atas arahan Bapak Gubernur Banten.


​"Kami telah mengeluarkan surat edaran agar pelaksanaan PJJ segera diterapkan mengingat kondisi saat ini," ungkap Jamaluddin, Minggu (6/9/2026).


​Jamaluddin menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten untuk memantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan arah sebaran abu vulkanik. Hasil pantauan tersebut akan menjadi dasar kebijakan selanjutnya.


​"Untuk saat ini PJJ kami berlakukan selama tiga hari. Nanti akan kami evaluasi lebih lanjut melihat kondisi di lapangan, apakah perlu diperpanjang atau tidak," jelasnya.


​Selama masa PJJ, seluruh kepala sekolah negeri maupun swasta diwajibkan memastikan pembelajaran daring tetap berjalan aktif dan bermakna. Kepala sekolah juga harus memantau kehadiran pendidik dan peserta didik, serta melaporkan pelaksanaannya kepada Dindikbud Provinsi Banten melalui Kepala Cabang Dinas (KCD) serta Dindikbud masing-masing Kabupaten/Kota.


​Dindikbud Provinsi Banten turut mengimbau orang tua dan wali murid untuk proaktif mendampingi anak-anaknya selama belajar dari rumah. Orang tua diminta membatasi aktivitas anak di luar ruangan agar terhindar dari paparan abu vulkanik.


​"Apabila memang terpaksa beraktivitas di luar rumah, kami sangat menganjurkan penggunaan masker demi kesehatan," pungkas Jamaluddin. (Red).

Gubernur Banten Andra Soni Resmikan Sport Center TBL, Apresiasi Guyub dan Semangat Gotong Royong Warga

Gubernur Banten Andra Soni, Hadiri Malam Puncak Peringatan HUT Ke-81 Republik Indonesia, Sekaligus Peresmian Sport Center Warga, Di Perumahan Taman Banten Lestari (TBL), Kelurahan Unyur, Kota Serang.


Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi warga Perumahan Taman Banten Lestari (TBL), Kelurahan Unyur, Kota Serang, sebagai percontohan lingkungan yang menjunjung tinggi kebersamaan. Hal itu disampaikannya saat menghadiri malam puncak peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus peresmian sport center warga setempat, Sabtu (5/9/2026) malam.


​Andra Soni menilai, berbagai kegiatan yang digelar oleh warga menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dan rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggal.


​“Atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga RW 025 yang telah menghidupkan semangat kebersamaan melalui kegiatan kewargaan, salah satunya olahraga,” ujarnya.


​Menurut Gubernur, sport center bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan ruang interaksi sosial. Ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk berbagai kegiatan, termasuk turnamen antarkomunitas, guna memfasilitasi gaya hidup sehat sekaligus mempererat tali silaturahmi.


​“Kita butuh hiburan dan media untuk bersilaturahmi. Kegiatan olahraga menjadi salah satu jembatan untuk menyatukan warga,” katanya.


​Lebih lanjut, Andra menjadikan semangat warga TBL sebagai teladan bagi kawasan permukiman lain yang terus berkembang di Banten. Menurutnya, perumahan yang ideal tidak hanya sekadar menyediakan tempat tinggal, tetapi mampu melahirkan komunitas yang guyub dan peduli pada lingkungannya.


​“Bagi saya sebagai gubernur, ini adalah sebuah kebahagiaan karena warga kita masih tetap memelihara semangat kebersamaan,” tuturnya.



​Selain kegiatan olahraga, Gubernur juga menyoroti antusiasme warga dalam melibatkan anak-anak pada malam puncak peringatan tersebut. Pengalaman tampil di hadapan publik dinilai mampu membangun keberanian dan kepercayaan diri anak sejak dini.


​“Mungkin bagi kita biasa saja, tetapi bagi anak-anak, momen ini akan mereka kenang seumur hidup,” ungkap Andra.


​Apresiasi turut diberikan kepada pengurus RW 025 yang dinilai responsif terhadap kebutuhan lingkungan, mulai dari tata kelola sampah, pembangunan fasilitas olahraga, hingga penanganan drainase di wilayah RT yang sempat rawan banjir.


​“Ini adalah kepemimpinan yang baik di tingkat warga. Artinya, semua persoalan direncanakan untuk kebaikan bersama,” tegasnya.

​Sebagai penutup, Gubernur menekankan pentingnya komunikasi intensif antara pengurus RT, RW, dan warga agar setiap persoalan lingkungan dapat diselesaikan dengan solusi terbaik.


​“Selamat kepada panitia, pengurus RW, RT, dan seluruh warga RW 025 TBL. Pertahankan semangat gotong royong ini agar ruang publik yang ada tetap aktif dan bermanfaat,” pungkasnya. (Red).

Tutup Gelar TTG XX, Gubernur Andra Soni Dorong Inovasi Desa Dukung Asta Cita

Gubernur Banten Andra Soni, Menyerahkan Piala Kepada Tim Juara I Lomba Gelaran Teknologi Tapat Guna (TTG) Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026.

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) menjadi ruang strategis bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam menciptakan solusi atas berbagai persoalan lingkungan. Kehadiran inovasi dari tingkat bawah ini dinilai sejalan dengan Asta Cita ke-6, yakni membangun dari desa.


​“Apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini, serta penghargaan setinggi-tingginya kepada para inovator dari seluruh kabupaten/kota yang telah menghadirkan berbagai gagasan dan karya untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Andra Soni saat menutup Gelar TTG XX dan Lomba TTG Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 di Eco Plaza, Citra Raya, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Kamis (3/9/2026).


​Pada kesempatan tersebut, Gubernur Andra memberikan apresiasi khusus terhadap sejumlah karya inovatif masyarakat, mulai dari kompor bakar oli bekas, kayu sintetis dari limbah pertanian, aplikasi e-Posyandu, hingga genset mini 1.500 watt. Ia meyakini, melalui gelaran TTG dan sinergi program pemberdayaan desa, jumlah desa maju dan mandiri di Banten akan terus bertambah.


​Saat ini, tercatat terdapat 99 desa mandiri, 378 desa maju, dan 701 desa berkembang di Provinsi Banten.


​“Pemprov Banten terus mendukung penguatan kapasitas pemerintah desa, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan yang berkeadilan hingga ke tingkat desa. Hal ini sejalan dengan Asta Cita ke-6 Bapak Presiden Prabowo untuk pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi, dan pemberantasan kemiskinan,” paparnya.


​Sebagai wujud nyata dukungan tersebut, pada tahun 2026 Pemprov Banten menyalurkan bantuan keuangan desa sebesar Rp120 juta per desa untuk 1.238 desa, dengan total anggaran mencapai Rp148 miliar.


​Di bidang infrastruktur, Pemprov Banten juga telah merealisasikan Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) pada 2025 yang berhasil menangani 62 ruas jalan dan satu jembatan dengan total panjang 71 kilometer. Selain itu, dibangun pula tujuh daerah irigasi sepanjang 6,90 kilometer yang mampu mengairi 881,28 hektare sawah.


​“Menghadirkan layanan infrastruktur dasar yang memberikan manfaat langsung ke masyarakat, khususnya bagi para petani, adalah prioritas. Dengan dukungan APBN, ke depan akan ditangani 12 daerah irigasi sepanjang 80,81 kilometer untuk melayani 9.259 hektare sawah,” tambah Andra.


​Ia optimistis, infrastruktur dan irigasi yang memadai akan memicu lahirnya berbagai inovasi baru dari desa. “Dari desa banyak potensi yang bisa digali dan SDM-nya unggul. Bapak Presiden menjadikan desa sebagai titik awal keberhasilan,” tegasnya.


​Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Banten, Gunawan Rusminto, melaporkan bahwa Gelar TTG merupakan agenda tahunan untuk menampilkan karya cipta inovasi anak bangsa.


​“Kegiatan ini diharapkan dapat terus meningkatkan kreasi dan inovasi masyarakat untuk menjadi juara sekaligus mendorong kemajuan daerah,” ujar Gunawan.


​Inovasi nyata tersebut salah satunya dibuktikan oleh tim peraih Juara I kategori inovasi yang menciptakan kayu sintetis antirayap dari ekstrak daun sirsak. Muhammad Fauzan Tri, anggota tim tersebut, menjelaskan bahwa ia bersama Muhamad Alfa Rivai dan Muhamad Alfarizi membuat produk ramah lingkungan berbahan limbah pertanian yang dicampur dengan resin.

​“Namanya Ecovibe Wood. Bahannya dari jerami dan resin. Produk ini bisa dimanfaatkan untuk lantai, plafon, dan dinding bangunan,” pungkas Fauzan. (Red).

Pemkot Serang Dorong Produk Lokal Masuk Rantai Pasok Perhotelan hingga Program MBG

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil, Menengah, Perindustrian, Dan Perdagangan, (Dinkopumkperindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil.


SERANG — Pemerintah Kota Serang terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kecil dan menengah (IKM) agar mampu memperluas pasar melalui penguatan rantai pasok di berbagai sektor.


Produk lokal Kota Serang nantinya diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar masyarakat, tetapi juga berpeluang masuk ke perusahaan besar, sektor perhotelan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga Koperasi Merah Putih.


Rencana tersebut dibahas dalam rapat pra-Focus Group Discussion (FGD) Rantai Pasok dan Peta Jalan UMK dan IKM Kota Serang yang berlangsung di Aula BJB, Selasa (1/9/2026).


Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Dinkopumkperindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengatakan pemerintah akan terlebih dahulu melakukan pendataan terhadap produk dan kapasitas pelaku UMKM serta IKM.


Menurutnya, pemetaan diperlukan agar pemerintah dapat mengetahui jenis produk yang tersedia, kemampuan produksi, serta sektor yang paling sesuai untuk menyerap produk tersebut.


“Para pengusaha UMKM dan IKM yang ada di Kota Serang, yang berkegiatan mikro itu akan kita salurkan sebagai suplai kepada perusahaan-perusahaan besar, termasuk juga suplai seperti MBG di SPPG maupun ke Koperasi Merah Putih,” ujar Wahyu.


Sejumlah produk khas daerah seperti kue satu, sate bandeng, rabeg, sayuran, dan berbagai makanan olahan lainnya dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk yang mampu masuk ke pasar dengan skala lebih besar.


Namun, Wahyu menegaskan bahwa perluasan pasar harus dibarengi dengan peningkatan kemampuan produksi. Pelaku usaha dituntut menjaga kualitas, harga, kemasan, jumlah produksi, serta ketersediaan barang secara berkelanjutan.


Sektor perhotelan menjadi salah satu bidang yang diproyeksikan dapat menyerap produk UMKM lokal. Salah satu konsep yang tengah dipertimbangkan adalah menjadikan produk khas Kota Serang sebagai bagian dari layanan atau merchandise bagi tamu hotel.


Dengan pola tersebut, produk UMKM dapat memperoleh pasar yang lebih terjamin, sementara pihak hotel dapat menawarkan pengalaman yang mengangkat identitas lokal kepada para tamunya.


Pemkot Serang juga mempertimbangkan pemberian insentif kepada pelaku usaha perhotelan yang bersedia menjalin kemitraan dengan UMKM lokal. Insentif tersebut salah satunya dapat berupa pengurangan pajak restoran maupun pajak hotel.


Di sisi lain, program MBG melalui SPPG dinilai menjadi peluang besar bagi UMKM dan IKM karena membutuhkan pasokan dalam jumlah cukup besar. Meski demikian, pelaku usaha yang ingin menjadi pemasok harus memenuhi standar tertentu, terutama berkaitan dengan keamanan pangan, kualitas, volume, kontinuitas dan kandungan gizi produk.


Untuk mendukung peningkatan kapasitas usaha, Pemkot Serang berencana menggandeng sektor perbankan. Dukungan pembiayaan diperlukan agar pelaku UMKM dapat meningkatkan produksi ketika memperoleh permintaan dalam jumlah lebih besar.


Selain pembiayaan, pemerintah juga akan melibatkan perguruan tinggi untuk membantu pengembangan serta pengujian produk.


Wahyu menjelaskan, informasi mengenai kandungan gizi menjadi salah satu hal penting yang harus dimiliki produk, khususnya jika akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan program MBG.


“Setiap UMKM itu harus dilihat nilai gizi produknya berapa. Nanti kita kerja sama dengan beberapa universitas,” katanya.


Selama ini, pengujian kandungan gizi sejumlah produk masih dilakukan dengan mengirimkan sampel ke Institut Pertanian Bogor (IPB). Pemkot Serang berharap perguruan tinggi di wilayah Kota Serang ke depan dapat mengambil peran dalam proses pengujian dan pengembangan produk lokal.


“Kalau sekarang biasanya kita mengirimkan produknya ke IPB untuk dikaji berapa nilai karbohidratnya, berapa proteinnya. Mudah-mudahan nanti bisa diinisiasi oleh universitas yang ada di Kota Serang,” ungkap Wahyu.


Melalui penguatan rantai pasok tersebut, Pemkot Serang berharap UMKM dan IKM lokal dapat naik kelas dan memiliki akses pasar yang lebih luas. Pemerintah juga menilai keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh bertemunya pelaku usaha dengan calon pembeli, tetapi juga oleh kesiapan produk dalam memenuhi standar pasar.


Karena itu, peningkatan kualitas, kapasitas produksi, kesinambungan pasokan, kemasan, harga, keamanan pangan, kandungan gizi, serta akses permodalan akan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem UMKM dan IKM Kota Serang yang lebih kompetitif. (Red).